5 Larangan bagi Pemilih di TPS: Bawa HP dan Pamer Pilihan

0
153

Jakarta, – Pemilu 2019 akan digelar 17 April mendatang. Mendekati momentum penting tersebut, para pemilih selayaknya memahami larangan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tentunya, agar Pemilu 2019 berjalan dengan tertib.

Berikut berbagai larangan yang tercantum dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 tahun 2019 dan Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

1. Membawa Handphone ke Bilik Suara

bpdsbh4vooa20mi7ltiu-256x144

Sesuai pasal 38 ayat 1 PKPU Nomor 3 tahun 2019, KPU telah menugaskan kepada ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang ada di TPS untuk mengingatkan dan melarang pemilih membawa telepon genggam (handphone) dan/atau alat perekam gambar lainnya ke bilik suara.

Meski begitu, tidak ada larangan untuk membawa handphone selain di bilik suara. Maka dari itu, Anda bisa menitipkan handphone ke KPPS. Setelah menunaikan hak pilih, Anda bisa mengambilnya kembali.

2. Mendokumentasikan Pilihan di Bilik Suara

aafk1arykl3m6d2g16nm-256x145

Membawa handphone ke bilik suara dilarang. Sebab ada larangan pula bagi pemilih mendokumentasikan hak pilihnya di bilik suara. Aturan ini sesuai dengan pasal 42 PKPU Nomor 3 Tahun 2019.

3. Mempublikasikan Pilihan Politik di Media Sosial

df96ljysdzvecascbtte-256x144

KPU mengimbau pemilih untuk tidak mempublikasikan pilihan politiknya di media sosial. Meski tak ada larangan pasti, hal itu dinilai dapat mencederai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Sesuai dalam Pasal 2 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Disarankan juga agar tidak mempublikasi pilihan politik yang tertera pada surat suara,” ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan (27/3).

4. Menggunakan Atribut Kampanye

cduemz2zr9rdjyjkt5zt-320x181

Jadwal kampanye sudah berakhir 3 hari sebelum pencoblosan. Sehingga tidak boleh lagi ada aktivitas kampanye sesuai dengan Pasal 276 UU Nomor 7 Tahun 2017. Selain itu, KPU juga melarang adanya atribut paslon dan partai dikenakan di area TPS.

jhsw8qzkalhkrkn3gjfs-256x171

Yang sudah diatur adalah tidak boleh melakukan kampanye atau tidak boleh ada atribut di sekitar area TPS. Baik di dalam maupun sekitar. Jadi misalnya ada yang pakai baju warna pink (merah muda), merah, kuning, hijau, biru, itu kan biasa. Menjadi berbeda kemudian bila ada atribut (kampanye)nya,” kata Komisioner KPU Viryan Azis di Hotel Sari Pacific, Jakarta Pusat (27/3).

5. Menjanjikan Sesuatu untuk Memengaruhi Pemilih Lain

ddofkfirp7bhvrxkm0fm-320x180

Pada saat pencoblosan, setiap pemilih dilarang memengaruhi pemilih untuk golput atau memilih calon tertentu dengan menjanjikan sesuatu. Itu diatur pada pasal 515 UU Nomor 7 Tahun 2017.

Setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada Pemilih supaya tidak menggunakan hak pilihnya atau memilih Peserta Pemilu tertentu atau menggunakan hak pilihnya dengan cara tertentu sehingga surat suaranya tidak sah, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp 36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah).

Sumber/ Kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here