Pilu Korban Perdagangan Manusia, Tak Digaji Hingga Diperkosa Majikan

0
99
Anggota kepolisan menunjukkan korban terkait kasus perdagangan orang jaringan Maroko, Suriah, Arab Saudi, dan Turki di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Jakarta, – Bareskrim Polri mengungkap perdagangan manusia jaringan internasional yang melibatkan 1.000 korban dan 7 tersangka. Salah satu korban dihadirkan polisi di Gedung Bareskrim.

Korban seorang perempuan asal Tangerang, Banten, yang memiliki nama samaran Bunga menceritakan pengalaman pahitnya selama 1,5 tahun terombang-ambing di luar negeri. Bunga ditipu agen yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji Rp 5 juta per bulan.

Awalnya saya sedang terdesak, ada orang yang menawari kerja di Arab Saudi dengan gaji Rp 5 juta. Saat itu, saya cuma nurut saja. Saya berangkat dan itu bulan puasa. Dari Jakarta ke Surabaya, di sana ditampung dua minggu, lalu dikirim ke Malaysia. Di sana enggak digaji, lalu dikirim ke Dubai, saya juga enggak digaji. Dari Sudan ke Suriah, saya kerja 3 bulan dan tidak digaji,” kata Bunga yang mengenakan masker dan topeng di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Anggota kepolisian menunjukkan korban terkait kasus perdagangan orang jaringan Maroko, Suriah, Arab Saudi, dan Turki di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (9/4/2019).
Anggota kepolisian menunjukkan korban terkait kasus perdagangan orang jaringan Maroko, Suriah, Arab Saudi, dan Turki di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Bunga ingin sekali kabur dari rumah majikannya di Suriah. Keberanian tersebut baru terwujud setelah ada temannya mengajaknya mengadu ke KBRI Suriah. Sayangnya, Ia malah tak dapat perlindungan di KBRI Suriah.

Akhirnya saya diajak kabur, saya diajak kabur ke kedutaan, KBRI Suriah. Saya dapat perlakuan tidak enak dari kedutaan itu. Tapi apa jawabannya, mencaci maki saya menghina saya,” ujar Bunga.

Dirtipidum Mabes Polri, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak (kiri) memberikan keterangan pers terkait kasus perdagangan orang jaringan Maroko, Suriah, Arab Saudi, dan Turki di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (9/4/2019).
Dirtipidum Mabes Polri, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak (kiri) memberikan keterangan pers terkait kasus perdagangan orang jaringan Maroko, Suriah, Arab Saudi, dan Turki di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Bunga menyebut salah satu oknum staf KBRI Suriah berinisial K meminta sejumlah uang agar bisa kembali ke Indonesia. Namun, Bunga tak punya uang sehingga KBRI Suriah memulangkannya ke agen yang membawanya.

Dia berbicara, masuk katanya, ‘masalah kamu apa’, kata kedutaan itu yang namanya Kholid. ‘Enak saja kamu. Kalau mau pulang nggak usah akting deh, bisa kamu ganti 8 ribu dolar. Kalau kamu punya baru bisa pulang’. Maaf, Pak, saya tidak punya, saya bilang gitu,” rinci Bunga menceritakan pengalamannya saat mengadu ke KBRI di Suriah.

Setelah melalui proses panjang, Bunga akhirnya bisa kembali ke Indonesia setelah KBRI Suriah mengembalikannya ke agen. Selama di Suriah, Bunga mengaku dua kali diperkosa dan dianiaya majikannya.

Akhirnya saya melaporkan kasus ini,” ujar Bunga.

Hingga kini belum ada keterangan dari Kemlu dan KBRI Suriah terkait kasus yang menimpa Bunga.

Sumber/ Kumparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here