Bolmong dan Bolmut Jadi Lokus Penanganan Stunting

0
97
MANADO-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi lembaga yang turut ambil bagian dalam upaya pencegahan masalah stunting.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKKBN Sulut Drs Sugiyatna MM mengatakan, pihaknya berperan dalam intervensi gizi sensitif.
Yaitu, promosi, komunikasi informasi, dan edukasi KIE terhadap keluarga dalam penerapan pola asuh bagi tumbuh kembang anak di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Pemberdayaan keluarga yang memiliki bayi dua tahun (Baduta) melalui kelompok kegiatan (Poktan) Bina Keluarga Balita (BKB), sebut Sugiyatna, diharapkan dapat meningkatkan sadar gizi dalam keluarga.
Plt Kepala BKKBN Sulut Drs Sugiyatna MM (tengah) membuka kegiatan penanganan stunting. Turut mendampingi, Kabid KS-PK Sitti Kamlah Takalamingan MSi (kiri) dan Kasubid Bina Keluarga Balita, Anak dan Ketahanan Keluarga Lansia, Rosilia Bionda Wowiling SSos (kanan).
Plt Kepala BKKBN Sulut Drs Sugiyatna MM (tengah) membuka kegiatan penanganan stunting. Turut mendampingi, Kabid KS-PK Sitti Kamlah Takalamingan MSi (kiri) dan Kasubid Bina Keluarga Balita, Anak dan Ketahanan Keluarga Lansia, Rosilia Bionda Wowiling SSos (kanan).
Kabid Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KS-PK) Sitti Kamlah Takalamingan MSi menambahkan, tahun ini ada dua kabupaten di Sulut yang menjadi lokus penanganan stunting.
Yaitu Kabupaten Bolmut dan Kabupaten Bolmong. Berdasarkan data Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) bekerjasama dengan Bappenas serta Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, sebanyak 10.492 Baduta di dua kabupaten tersebut menjadi sasaran Proyek Prioritas Nasional (Pro PN). Dengan persentase, 15,04% secara nasional.
Lanjutnya, masing-masing kabupaten telah ditetapkan 10 desa untuk penanganan stunting melalui pengasuhan 1000 HPK.
Di Bolmong yaitu Desa Tudu Aog Baru, Kolingangaan, Ambang Satu, Bolaang, Solimandungan Dua, Langagon, Gogaluman, Toraut, Baturapa Dua, serta Mongkoinit.
Sementara itu, di Kabupaten Bolmut yaitu Desa Sangkub Dua, Sangkub Timur, Monompia, Saleo, Bohabak Satu, Biontong Satu, Biontong, Saleo Satu, Ollot Dua, dan Paku Selatan.
Ditambahkan, Kasubbid Bina Keluarga Balita, Anak dan Ketahanan Keluarga Lansia, Rosilia Bionda Wowiling SSos MSi, menindaklanjuti data tersebut, BKKBN Sulut telah menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pengelola Pro PN, Kamis-Sabtu (4-6/4/2019), di Hotel Best Western.
“Para peserta adalah sangadi, pengurus TP-PKK, PKB/PLKB, juga OPD Pengendalian Penduduk dan KB dari dua kabupaten tersebut,” pungkasnya.
(harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here