Hujan Gelap Gulita, Prajurit TNI di Perbatasan RI-PNG Bantu Evakuasi Ibu Hamil

0
220
Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 328/Dgh di Pos Skofro Lama sedang membantu evakuasi seorang ibu yang akan melahirkan.

Papua, – Di tengah cuaca hujan gerimis serta gelap gulita karena tidak adanya aliran listrik di Kampung Skofro Lama, Keerom, Papua, Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Yonif PR 328/Dirgahayu (Dgh) mengevakuasi seorang ibu hamil yang akan melahirkan.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 328/Dgh, Mayor Inf Erwin Iswari, mengungkapkan bahwa perlu diketahui, Kampung Skofro Lama merupakan salah satu kampung yang berada di Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom dan berbatasan langsung dengan wilayah PNG.

Kampung ini sampai sekarang, sarana pelayanan kesehatan masih terbilang minim, dan itu menjadi salah satu kendala yang dihadapi warga, apalagi jaraknya yang jauh ke Puskesmas Pitewi membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkapnya dalam keterangan resmi , Jakarta, Senin (18/3/2019).

Karena faktor itulah, Erwin mengatakan, tak jarang warga baik siang mapun malam, jika mengalami sakit atau menghadapi masalah selalu datang ke Pos Satgas untuk meminta bantuan.

Seperti yang dilakukan Maikel, seorang guru di Kampung Skofro Lama sekitar pukul 19.30 Wit mendatangi Pos Skofro Lama untuk meminta bantuan personel Satgas untuk membantu persalinan istrinya Wasti Abon, yang sudah pecah air ketuban di usia kehamilan 7 bulan 2 minggu,” katanya.

Erwin menyampaikan, namun karena peralatan yang kurang memadai dalam membantu pasien yang hendak melahirkan, Komandan Pos Skofro Lama Letda Inf Ahmad Mukti bersama personel Kesehatan tetap melakukan pertolongan pertama dengan memberikan cairan infus untuk menjaga kondisi Wasti tetap stabil.

Sembari menunggu kendaraan, lanjut Erwin, di tengah cuaca hujan dan gelap gulita, personel terus memantau kondisi Wasti untuk dievakuasi menuju Puskesmas Pitewi yang memiliki peralatan lebih lengkap dalam membantu persalinan.

Menggunakan kendaraan pick up milik warga, pada malam itu juga Ibu Wasti dievakuasi menuju Puskesmas Pitewi. Sekitar 40 menit perjalanan, berpapasan dengan mobil ambulance milik Puskesmas Pitewi dan langsung memindahkan Ibu Wasti ke mobil ambulance,” ujar alumni Akmil 2002 itu.

Sementara itu, Komandan Pos Skofro Lama Letda Inf Ahmad Mukti, menegaskan bahwa walau kondisi bagaimanapun, Satgas selalu siap bergerak cepat untuk membantu dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah perbatasan.

Pertolongan kepada ibu yang hendak melahirkan ini juga merupakan tugas dari Satgas, karena kehadiran TNI di tanah Papua ini untuk membantu dan menjaga keamanan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Maikel, suami Wasti menuturkan, kehadiran TNI di Kampung Skofro Lama sangat membantu kesilitan warga khususnya dirinya dan istri.

Tak terbayangkan Pak, di saat istri mau melahirkan apalagi tengah malam, alat penerangan tidak ada, sungkan rasanya meminta bantuan dari tetangga,” ujarnya.

Dirinya mengapresiasi bantuan dari Satgas Dirgahayu dan ia pun menyatakan bahwa tak bisa dinilai dengan materi sebesar apapun.

Berkat bantuan dan pengorbanan prajurit TNI, saya begitu lega sekaligus haru menunggu kelahiran sang jabang bayi,” katanya berlinang air mata tanda haru.

Sumber/ AKURAT.CO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here