Baru 37 Persen RS Terakreditasi Paripurna

0
192
Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr Bambang Wibowo SpOG(K) MARS (kiri) menjadi narasumber dengan moderator Ketua PERSI Sulut Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD, pada seminar di Manado, Kamis (14/3/2019) lalu.
MANADO-Mutu pelayanan RS menjadi concern Pemerintah Republik Indonesia.
Di satu pihak, Kementerian Kesehatan mengakui masih terdapat kesenjangan kemampuan layanan antara Indonesia bagian barat dengan bagian timur.
Salah satu indikator tantangan yang dihadapi, kata Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr Bambang Wibowo SpOG(K) MARS, yaitu RS terakreditasi paripurna pada tahun lalu hanya 37 persen dari 2.846 RS se-Indonesia.
Karena itu, Bambang mendorong seluruh pimpinan maupun pemilik RS untuk bertekad meningkatkan mutu kualitas pelayanan secara optimal.
Melalui perbaikan sarana-prasarana dan alat kesehatan, SDM, tarif, remunerasi, dan pengurangan variasi capaian akreditasi.
Sementara itu, Ketua Eksekutif KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) Dr dr Sutoto MKes menuturkan, masih minimnya RS terakreditasi paripurna karena bervariasinya kelas RS. Baik itu kelas A, B, C, D dan D Pratama, bahkan ada RS yang belum ditetapkan kelas oleh Kemenkes.
Sebab itu, level kelulusan akreditasi yang ditetapkan oleh KARS, diharapkan memacu setiap RS. Untuk berusaha membenahi pelayanan RS sesuai standar dan peraturan perundang-undangan.
(harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here