Sulut Andalkan ‘Malendong’ Stunting di Rakontek Kesmas 2019

0
211
Menkes RI Prof Nila Moeloek SpM(K) (kedua kiri) dan Kabid Kesmas Dinkes Sulut dr Rima Lolong MKes (paling kanan) bersama peserta Rakontek Kesmas.
JAKARTA-Program ‘Malendong’ Stunting menjadi inovasi andalan Provinsi Sulawesi Utara pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Kesehatan Masyarakat di The Sultan Hotel and Residence Jakarta, 18-21 Maret 2019.
Dijelaskan Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Sulut dr Rima Lolong MKes, Rakontek Kesmas ini dibuka Menteri Kesehatan Prof Dr dr Nila Moeloek SpM(K), Senin (18/3/2019).
Rakontek Kesmas tersebut bertujuan mengkolaborasikan pusat dan daerah dalm peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sebagai tindak lanjut Rakerkesnas 2019.
Menurut dr Rima, ‘Malendong’ Stunting merupakan program terintegrasi lintas sektor dalam penanggulangan stunting di Sulawesi Utara. Dan telah diintensifkan pelaksanaannya mulai dari Kabupaten Bolmong Utara.
IMG_20190319_102729

Sementara itu, Menkes RI mengharapkan, kolaborasi pusat dan daerah bakal menurunkan Angka Kematian Ibu dan Neonatal, percepatan eliminasi tuberkulosis, peningkatan cakupan dan mutu imunisasi, serta tidak lupa untuk terus melakukan upaya penurunan prevalensi stunting.

Menkes berpesan supaya kelanjutan Rakontek Kesmas dituangkan dalam rencana aksi daerah dan hendaknya segera dibahas dalam Rakerkesda di daerah masing-masing.
Menkes menyampaikan bahwa kesehatan merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan Human Capital Index (HCI) dan pembangunan kesehatan berkelanjutan (SDG’s).
Apalagi kedua hal tersebut memiliki korelasi kuat untuk memperbaiki posisi HCI Indonesia. Untuk itu, diperlukan kolaborasi pusat dan daerah dalam pembangunan kesehatan berkelanjutan (SDG’s).
Dengan melakukan akselerasi pembangunan kesehatan melalui penguatan pusat dan daerah dalam pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Pembukaan Rakontek Kesmas turut dihadiri Sekjen, Irjen, Dirjen Kesmas, Dirjen Farmalkes, Kepala Balitbangkes, dan Kepala PPSDM.
Para peserta dari 34 Provinsi dan Kabid Kesmas dari 160 Kabupaten/Kota Lokus Stunting 2019.
(harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here