Larangan Terbang Boeing Bikin Pesawat Parkir Lebih Ramai

0
102
Angkasa Pura II menyebut larangan terbang pesawat Boeing 737 MAX 8 oleh Kemenhub tidak memengaruhi lalu lintas bandara, selain ketersediaan parkir pesawat.

Jakarta,  — Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menyebut larangan terbang pesawat Boeing 737 MAX 8 oleh Kementerian Perhubungan tidak memengaruhi lalu lintas di bandara yang dikelolanya. Ia memastikan penerbangan akan tetap berjalan.

Apalagi, di Indonesia, jenis pesawat Boeing 737 MAX 8 jumlahnya tidak signifikan. Seperti diketahui total 11 unit pesawat terdiri dari satu unit dimiliki PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan 10 unit dimiliki oleh Lion Air Group.

Dampak kebijakan larangan terbang Boeing 737 MAX 8 hanya berpengaruh terhadap utilisasi parking stand di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Jadi, enam dari 10 Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air akan stand by parkir di Soetta. Jumlahnya jadi sedikit lebih ramai,” ujarnya, Rabu (13/3/2019).

Saat ini, jumlah kapasitas pesawat parkir di Terminal 1 Bandara Soetta mencapai 72 unit. Dengan larangan terbang Boeing sementara waktu, kapasitasnya menjadi hanya 66 unit karena enam di antaranya akan digunakan oleh Lion Air.

Namun, hal itu tidak akan memengaruhi jadwal dan lepas-landas pesawat penerbangan. Makanya, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir terhadap penggunaan transportasi udara.

Toh, perseroan selaku operator bandara telah melakukan berbagai upaya peningkatan keselamatan penerbangan, seperti RAMP safety campaign, terminal safety campaign, safety audit, dan audit internal sistem keselamatan dan kesehatan kerja.

Seluruh pengecekan, sambung Awaluddin, dilakukan secara rutin sehingga masyarakat dapat menggunakan moda angkutan transportasi udara dengan aman, selamat, dan nyaman.

Dampaknya, bagi kami operator bandara, utilitas parking stand menjadi lebih sedikit dan bagi Lion Air, akan membayar lebih untuk parkir pesawat mereka di Terminal 1 Bandara Soetta,” tandasnya.

Sumber/ CNN Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here