Kisah Anak Pemulung Masuk Polisi Bukan Pakai Sogok, Modal Hanya Rp 300.000 dari Hasil Mulung Bareng Ibunya

0
243
M Ikram wujudkan impian jadi polisi.

Daerah, – M Ikram, anak pemulung ini, akhirnya bisa mewujudkan impian menjadi polisi.

M Ikram termasuk bintara yang dilantik oleh Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto di SPN Tanjungbatu, Kepri, Senin (4/3/2019).

M Ikhram mengisahkan, saat mengenyam pendidikan di bangku Sekokah Menengah Pertama (SMP), mulai terbesit keinginan kelak ingin menjadi polisi.

Mimpi itu pun terus tertanam dihati.

Namun, mimpi tersebut kadang kala sirna dan muncul kembali seakan tidak yakin lantaran latar belakang orang tua yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung.

Ini cerita M.Ikram(19) yang tinggal di kawasan Punggur, Kecamatan Nongsa, Batam yang bercita cita menjadi seorang polisi.

Saat pulang menuntut ilmu di SMKN 6 Batam, Ikram langsung bergegas membantu sang ibu bernama Kamsinah (54) memulung.

Dengan memilah- milah sampah yang masih bernilai ekonomis.

Hal itu selalu Ia kerjakan demi menghidupi kekuarganya.

Terang saja, Ayah yang menjadi tulang punggung keluarga sudah lama tiada.

Kakaknya Imah (31) yang sudah berkeluarga juga tidak bisa sepenuhnya membantu untuk pencukupan kehidupan sehari hari.

Saat pembukaan penerimaan Polri sudah ramai diberitakan. Ikram pun langsug mencoba untuk mendaftar.

Dengan bermodal hanya Rp 300 ribu saja, Ikram pun mulai melengkapi adminitrasi pemberkasan.

Pokoknya saya optimis saja, ini perjuangan meraih mimpi menjadi polisi. Uang cuman ada Rp 300 ribu buat modal pengurusan berkas,” sebutnya menceritakan.

Mulai dari pendaftaran, pengecekan berkas, hingga tahapan demi tahapan yang diikuti, tidak satupun membuat langkah Ikram terhenti, hingga ahkirnya Ikram masuk sebagai calon siswa Bintara yang akan mengikuti pendidikan di SPN Polda Kepri di Tanjungbatu.

Hingga sampailah saat ini, Senin (4/3/2019) M.Ikram telah resmi dilantik Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto menjadi Bintara Polri Perbatasan bersama 160 Bintara lainnya.

555e075e2841653137850fb687ac6e8e

Alhamdulilah, mimpi saya sudah jadi kenyataan. Walaupun sebagai anak pemulung, tidak menutup kemungkinan bisa menjadi seorang polisi,” sebutnya bangga atas perjuangannya.

Kamsinah pun tak mampu berkata apa apa atas kesuksesan sang anak. Ia hanya menyampaikan, rasa bangga kepada anak bungsu yang sudah menaikan derajat orang tuanya.

Saya senang dan bangga, gak menyangka bisa jadi polisi,” ucapnya sambil menitihkan air mata yang perlahan turun melewati pipih kanan dan kirinya.

Sedangkan sang kakak Imah mengatakan, hingga saat ini, masih merasa seperti mimpi apa yang sudah diraih sang adik.

Jujur sampai sekarang masih mimpi. Beneran apa tidak ini. Katanya kan masuk polisi itu mahal, dan harus punya modal besar, kita modalnya mulung sampah aja,” sebutnya yang masih tidak menyangka.

Dikatakannya, ini membuktikan bahwa tahapan seleksi penerimaan anggota Polri murni sesuai kemampuan penilaian. Tidak menggunakan sogokan, atau dekingan.

73ed8ceb46c997ceb30a508eb5c4185b

Saya juga kemarin kemarin, dibilangin tetangga sama kawan kawan, percuma aja Ikram ikut, harus siapin modal besar kalau mau jadi polisi. Tapi ini saya buktikan, masuk polisi bukan pakai uang, tapi pakai niat, doa dan kerja keras. Jangan percaya omongan orang, kami sudah buktikan,” tegasnya.

Saat usai dilantik, sang ibu dan kakak langsung memeluk Ikram.

Dengan spontan, Ikram pun langsung menekukan lutut kedasar tanah, bersujud di kaki sang Ibu mengucapkan rasa terimakasih atas doa dan dukungan yang tak hentinya dipanjatkan kepada sang anak, dengan tangis haru kebahagiaan.

Sumber/ SERAMBINEWS.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here