Warga Kampung Batubulan Terima Bantuan Logistik dan Kesehatan

0
19
Anggota Tim SAR melakukan pemeriksaan kesehatan.
MANADO-Ratusan warga Kampung Batubulan yang sempat terisolir telah berhasil dijangkau Pemda Sitaro bersama tim gabungan, Minggu (10/2/2019).
Humas Kantor SAR Manado Fery Arianto menjelaskan, bantuan logistik maupun pemeriksaan kesehatan langsung dilakukan oleh tim. “Basarnas juga mengirimkan anggota untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga,” sebut Arianto.
Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ir Kasbani MSc, sebelumnya menyarankan masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak beraktivitas di dalam zona perkiraan bahaya.
Anak-anak mendapat bantuan logistik oleh tim gabungan.
Anak-anak mendapat bantuan logistik oleh tim gabungan.
Meliputi radius 2,5 km dari puncak Kawah 2 (utara) dan Kawah Utama (selatan). Termasuk juga area perluasan sektoral dari puncak ke arah Barat-Barat Laut sejauh 3 km, dan ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km.
Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang yang berada di area Barat laut-Utara dari Kawah 2, di antaranya Kampung Niambangeng, Kampung Beba dan Kampung Batubulan, agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran Gunung Karangetang. Yaitu di luar zona perkiraan bahaya.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke laut.
Bupati dan Wakil Bupati Sitaro bersama tim gabungan menuju Kampung Batubulan menggunakan kapal milik Basarnas.
Bupati dan Wakil Bupati Sitaro bersama tim gabungan menuju Kampung Batubulan menggunakan kapal milik Basarnas.
Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.
“Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang diharap untuk tetap tenang. Tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Karangetang yang tidak jelas sumbernya, dan selalu mengikuti arahan dari BPBD Kabupaten Sitaro,” tandas Kasbani.
(*/redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here