Di Kawasan Zero Point, Warga Diajak Cegah Stunting dan Masalah Gizi

0
82
Tim Dinas Kesehatan Sulut bersama mahasiswa magang Unsrat sebelum sosialisasi di Kawasan Zero Point Manado, Jumat (8/2/2019) pagi.
MANADO-Menciptakan bangsa sehat berprestasi gemilang, kebutuhan gizi perlu disikapi secara serius. Agar terhindar dari stunting dan masalah gizi lainnya.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan dr Debie Kalalo MSc PH melalui Kabid Kesehatan Masyarakat dr Rima Lolong MKes, saat sosialisasi di Kawasan Zero Point, Jumat (9/2/2019) pagi.
Dijelaskan dr Rima, pencegahan stunting menjadi salah satu isu utama kesehatan yang menjadi fokus pemerintah.
Kabid Kesmas (kedua kanan) menjelaskan soal gizi kepada seorang pejalan kaki.
Kabid Kesmas (kedua kanan) menjelaskan soal gizi kepada seorang pejalan kaki.
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama.
Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Lanjut dr Rima, kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya. Tak ayal, masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.
Padahal, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan.
Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. Tentunya harus memperhatikan pola makan berkualitas gizi dan beragam.
Sejumlah mahasiswa magang Unsrat begitu semangat mendengarkan arahan sebelum sosialisasi.
Sejumlah mahasiswa magang Unsrat begitu semangat mendengarkan arahan sebelum sosialisasi.
Selanjutnya pola asuh mencakup pemberian makan yang baik bagi bayi dan Balita, edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, serta kebutuhan gizi yang tepat selama masa kehamilan hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Aspek berikutnya yaitu memperhatikan sanitasi dan akses air bersih agar terhindar dari risiko ancaman penyakit infeksi,” pungkas dr Rima.
Kegiatan sosialisasi dalam rangka Hari Gizi Nasional ke-59 tersebut, juga diikuti mahasiswa magang dari Universitas Sam Ratulangi Manado.
(*/redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here