BKKBN Sulut Garap Peserta KB di Wilayah DTPK dan Miskin Perkotaan

0
173
Plt Kepala BKKBN Sulut Drs Sugiyatna MM (batik biru) menyapa Pasi Komsos Korem 131/Santiago Mayor Inf Jus Ratag dan para peserta forum koordinasi, di Tulip Room Sintesa Peninsula Hotel Manado.
MANADO-Sulawesi Utara mendapat target super berat terkait sasaran strategis program Keluarga Berencana tahun 2019.
Dijelaskan Plt Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut Drs Sugiyatna MM, ada enam indikator yang harus dicapai.
Pertama, angka kelahiran total (TFR) 2,18 per pasangan usia subur usia 15-49 tahun.
Kedua, peningkatan metode kontrasepsi modern (CPR) 65,56 persen.
Ketiga, menurunnya tingkat putus pakai alat kontrasepsi hingga 24,60 persen.
Keempat, menurunnya kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) 7,35
Kelima, persentase peserta aktif Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) 26,73 persen.
Dan indikator keenam, jumlah peserta KB aktif tambahan sebanyak 2.534 akseptor.
Plt Kepala BKKBN Sulut Drs Sugiyatna MM (kanan) dan Kabid KB/KR Ir Tino Tandaju MErg.
Plt Kepala BKKBN Sulut Drs Sugiyatna MM (kanan) dan Kabid KB/KR Ir Tino Tandaju MErg.
Salah satu upaya awal yang dilakukan BKKBN Sulut, kata Sugiyatna, yaitu memaksimalkan program KB di wilayah miskin perkotaan dan DTPK (daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan).
Tujuannya, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB, terlebih yang masih minim fasilitas dan tenaga kesehatan berkompeten.
“Apalagi, wilayah DTPK dan miskin perkotaan masih tergolong tinggi pasangan usia subur yang belum ingin punya anak, tapi bukan peserta KB aktif,” ujarnya, didampingi Kabid KB/KR Ir Tino Tandaju MErg.
Sugiyatna berharap dukungan jaringan kemitraan BKKBN yang ada di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Supaya amanat Nawacita ketiga yaitu membangunan dari pinggiran bisa tercapai.
Kasubbid Bina Kesertaan KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus Fermutis Popie Wondal SE membacakan laporan panitia.
Kasubbid Bina Kesertaan KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus Fermutis Popie Wondal SE membacakan laporan panitia.
Sementara itu, Kasubbid Bina Kesertaan KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus Fermutis Popie Wondal SE menambahkan, komitmen tersebut dinyatakan peserta Forum Koordinasi Peningkatan Kemitraan dalam Penggarapan Program KB/KR di DTPK, Miskin Perkotaan, dan Sasaran Khusus tersebut.

 

Terdiri dari mitra BKKBN seperti Pemprov Sulut, TNI-Polri, OPD kabupaten/kota, serta para motivator KB.

 

Turut hadir, Plt Kabid Latbang Anneke Muaja SE, Kasubbid Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah dan Swasta dr Jeanny Winokan, Kasubbid Kesehatan Reproduksi Ignasius P Worung SE MSi, serta Kasubbid Data dan Informasi Verry Laurens SE.
(*/redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here