Pembunuh Sekeluarga di Bengkulu Beri Pengakuan Mengejutkan

0
21229
“Saya datang sendiri membunuh korban. Kemudian saya pergi dengan membawa mobil korban.

KEPAHIANG – Jamhari Muslim, 37, alias Ari, pelaku pembunuhan terhadap janda beranak dua di Bengkulu memberi pengakuan mengejutkan kepada polisi.

Dia nekat membunuh Hasnatul Laili, 35, bersama dua putrinya Melan Miranda, 16, dan Cika Ramadani, 10, warga Simpang Suban Air Panas Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, pada Sabtu (12/1) lalu, lantaran tidak ada pilihan.

Pasalnya dia mengaku sangat sakit hati dengan korban, lantaran dirinya telah menceraikan istri tuanya demi memilih untuk bisa hidup bersama korban.

Namun, dia merasa pengorbanannya dikhianati korban, yang akhirnya menceraikannya di usia pernikahan mereka yang baru berusia 40 hari.

“Sakit hati saya, pak. Saya rela menceraikan istri tua saya demi memilih dia (korban, red). Setelah itu baru 40 hari kami menikah, dia malah minta cerai,” ujar pelaku ketika diwawancarai Rakyat Bengkulu, Rabu (16/1).

Pelaku pun mengakui bahwa dia dan korban, sewaktu masih remaja pernah menjalin hubungan pacaran. Dan kemudian keduanya sempat putus, sampai akhirnya rasa itu kembali muncul ketika dia bekerja membantu usaha milik korban dan suami pertamanya.

“Dulu awalnya dia pacar saya waktu masih bujang gadis dulu. Saat itu kami masih pelajar, dan kemudian putus. Saya tak ada pilihan lain, saya terpaksa membunuh untuk membalas sakit hati ini,” jawab pelaku.

Kemudian ketika ditanya kenapa kedua putri korban pun menjadi sasaran kekejiannya, pelaku mengaku awalnya tidak berniat membunuh Melan dan Cika.

Dia hanya berniat membunuh korban, namun saat itu korban berteriak memanggil anaknya, dan kemudian kedua putri korban pun bangun.

“Nggak ada niat untuk bunuh anaknya. Cuma begitu mau bunuh ibunya, ibunya manggil anaknya dan anaknya bangun. Kemudian ketiganya saya pukul pakai balok dan saya cekik dengan kabel,” terang pelaku.

Pelaku juga mengakui bahwa rencana pembunuhan tersebut sudah dia rencanakan sejak sebulan yang lalu. Setelah menurutnya persiapannya matang, dia pun memberanikan diri untuk menjalankan aksinya pada Sabtu (12/1) dini hari, dengan berjalan kaki dari rumahnya ke rumah korban yang berjarak 2 kilometer, dan masuk lewat pintu samping rumah korban.

“Saya datang sendiri membunuh korban. Kemudian saya pergi dengan membawa mobil korban. Bukan maksud untuk membawa lari mobil korban. Itu saya lakukan untuk mengelabui polisi,” jelasnya.

Sumber: jpnn.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here