Jelang Operasi, Bobot Perempuan Tergemuk di Kalteng Ditimbang Ulang, Beratnya Bukan 350 Kg

0
70
Titi wati

PALANGKARAYA – Titi Wati, perempuan penderita obesitas dari Kalimantan Tengah akan menjalani operasi pengecilan lambung di RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya.

akan ditangani oleh 16 dokter ahli dari Bali dan Kalteng selama sepekan.

“Sebelum melakukan operasi pengecilan lambung, selama sepekan Titi akan ditangani oleh 16 dokter ahli dari Bali dan Kalteng. Operasi dilakukan jika semua hasil cek kesehatan Titi memungkinkan untuk dilakukan operasi,” kata Wakil Direktur RS Doris Sylvanus Palangkaraya, dr Theodorus Sapta Atmadja.

Dokter yang akan melakukan operasi, kata Theo, adalah dokter yang memang sudah ahli dan sering melakukan operasi pengecilan lambung.

“Dokter yang kami pakai adalah yang sudah berpengalaman, kami pilih yang terbaik,” ujarnya.

Menurut Theo kasus ini tidaklah sederhana karena perlu penanganan khusus.

Banyak yang harus diperiksa oleh tim medis, yakni pemeriksaan darah rutin, urine rutin, rontgen, USG, dan beberapa lainnya sebelum melakukan tindakan operasi.

“Operasi nantinya akan menggunakan sistem laparoskopi, mengingat peralatan yang kami miliki cukup memadai. Menurut teori, tingkat kegagalan dari operasi yang akan dilakukan kepada pasien sangatlah kecil,” ujarnya.

Kemudian efek samping dari operasi adalah keharusan pasien mengonsumsi multivitamin dalam jangka panjang.

Sebab, ada sebagian lambung yang harus dipotong nantinya.

“Seusai operasi berat badan, Titi tidak boleh mengalami penurunan lebih dari 25 kilogram setiap bulan. Estimasi yang ditetapkan adalah sekitar 20 kilogram setiap bulan, sehingga seiring dengan berjalannya waktu, berat badannya akan menyusut. Jadi masyarakat jangan berpikir kalau saat sebelum operasi pasien memiliki bobot besar, kemudian saat keluar langsung menjadi kecil,” ujarnya.
Sumber:Tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here