Korban Keganasan Buaya di Tombariri Ternyata Keponakan Mantan Ketua KNPI Sulut

0
15048
Sejumlah keluarga dan kerabat korban mempersiapkan peti jenazah sebelum dibawa ke rumah duka dari Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUP Kandou.
MANADO-Korban keganasan buaya di Ranowangko, Kecamatan Tombariri, yang ditemukan pada Jumat (11/1/2019), Deisy Tuwo (43), warga Jaga IV Suluun Tiga, Kecamatan Suluun Tareran, Minahasa Selatan, adalah keponakan dari mantan Ketua KNPI Sulut Drs Elisa Regar MM MHum.
Ditemui di Instalasi Pemulasaran Jenazah pada Jumat sore, Regar berharap pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Tombariri dapat menyelidiki peristiwa tersebut secara jelas.
Korban semasa hidup dengan latar buaya yang diberi makan. (foto: postingan FB Arianto Lolowang)
Korban semasa hidup dengan latar buaya yang diberi makan. (foto: postingan FB Arianto Lolowang)
Sementara itu, kerabat korban lainnya mengungkapkan, bahwa Deisy yang berstatus lajang itu sudah puluhan tahun bekerja di lokasi itu. Dan rutin memberi makan buaya tersebut.
“Saat kejadian, pengusaha asal Jepang tempat Deisy bekerja sudah kembali ke negara asalnya. Kami dapat info 1 atau 2 hari ini tiba di Manado,” sebut sepupu korban yang tidak mau dimuat namanya.
Lily Regar, ibu korban, berusaha tegar melihat anaknya di dalam peti jenazah.
Lily Regar, ibu korban, berusaha tegar melihat anaknya di dalam peti jenazah.
Desakan keluarga ini menyusul berbagai informasi kronologis peristiwa yang mereka terima. Salah satunya bahwa korban sudah tidak bernyawa sejak Kamis malam.
Diketahui, Deisy ditemukan dalam kondisi mengenaskan di penangkaran buaya milik CV Mutiara di Jalan Sakura arah Mangatasik, Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri. Selanjutnya, oleh aparat kepolisian, korban dibawa di Instalasi Pemulasaran Jenazah.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here