Terjebak di Pulau Lihaga Akibat Cuaca Buruk, 93 Turis China Dievakuasi

0
216
Para turis berada di KN Gajah Laut-4804 milik Bakamla RI setelah dievakuasi dari Pulau Lihaga. (foto: ist)
MANADO-Sebanyak 93 WNA China terjebak badai di Pulau Lihaga/Gangga, Kamis (27/12/2018).
Dalam rilis resminya, Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono menjelaskan, setelah mendapat informasi tersebut Kepala Zona Kamla Maritim Tengah Laksma Bakamla Drs Bastomy Sanap SH MHum segera memerintahkan Komandan KN Gajah Laut 4804 Bakamla melakukan evakuasi.
Upaya penyelamatan itu dilakukan berdasarkan laporan yang diterima Kantor Zona Kamla Manado dari GM MM Travel Leonard Parangan pada pukul 19.00 Wita.
Laporan itu menyebutkan sejumlah wisatawan China yang terjebak akibat cuaca buruk di sekitar perairan Serei.
Sebab armada boat yang mereka miliki tidak mampu membawa wisatawan dari pulau tersebut, akibat angin kencang dan gelombang tinggi.
Cuaca di wilayah Sulawesi Utara sejak 3 hari yang lalu pun dalam keadaan buruk. Dengan curah hujan tiggi disertai angin kencang (+/- 24 knots) yang menyebabkan badai dan gelombang tinggi.
Menerima laporan tersebut, aksi cepat dilakukan oleh Laksma Bakamla Bastomy Sanap dan Komandan Pangkalan Bakamla RI di Serei Kolonel Bakamla Agus Izudin.
Dengan menyiapkan KN Gajah Laut-4804 yang saat itu dalam status Siaga Operasi untuk mengantisipasi ancaman keamanan dan keselamatan laut selama Natal dan Tahun Baru.
Menurut Komandan KN Gajah Laut-4804 Letnan Kolonel Bakamla Beny Hermawan, setelah mendapatkan perintah gerak tersebut, KN Gajah Laut-4804 segera melakukan persiapan dan bergerak menuju Pulau Lihaga pada pukul 20.45 Wita.
Setibanya di lokasi, karena tidak ada dermaga maka proses evakuasi dilaksanakan menggunakan boat dari Pulau Lihaga ke kapal dengan jarak sekira 170 meter.
Proses evakuasi berjalan aman dan lancar meskipun gelombang cukup tinggi.
Seluruh wisatawan asing yang berjumlah 93 orang baik pria, wanita, anak-anak dan balita, dapat dievakuasi dengan aman dan tiba di Pangkalan Bakamla Serei pada pukul 23.45 Wita. Selanjutnya kembali ke Manado menggunakan bus.
Di tempat terpisah, Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma Bakamla Nursyawal Embun yang berada di Kantor Pusat Bakamla RI di Jalan Proklamasi Nomor 56, Jakarta Pusat, membenarkan kejadian ini.
Dikatakannya, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah perairan Indonesia saat ini dalam kondisi buruk dan berbahaya untuk pelayaran.
Karena itu, Bakamla RI telah menyiagakan sejumlah kapal patroli untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Baik yang diakibatkan oleh kecelakaan maupun bencana alam.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here