Bupati Minahasa: Kampung KB Harus Jadi Fokus Program SKPD

0
172
Bupati Minahasa Roy Roring (ketiga kanan) dan Wakil Bupati Robby Dondokambey (ketiga kiri) bersama Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Drs Sugiyatna MM (kedua kanan).
MINAHASA-Desa Pinasungkulan di Kecamatan Tombariri resmi menjadi Kampung KB. Pencanangan dipimpin langsung Bupati Minahasa Roy Roring, Senin (17/12/2018).
Roring menyatakan, penggalakkan Kampung KB dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK).
“Itu adalah perwujudan agenda prioritas nasional yang lebih dikenal dengan 9 program prioritas Nawacita,” sebut Roring.
Roring menekankan, setelah dicanangkan sebagai Kampung KB maka desa binaan dimaksud harus menjadi fokus program dan kegiatan seluruh SKPD terkait.
Yang lebih strategis adalah bagaimana menjadikan Kampung KB sebagai pilot project yang mengena pada sisi kehidupan masyarakat desa.
Roring berharap, keberhasilan program KB itu tidak hanya ditandai dengan banyaknya penggunaan alat dan obat kontrasepsi. Tetapi yang jauh lebih penting adalah terjadinya perubahan cara pandang, mental, pola sikap dan perilaku individu atau masyarakat, termasuk di dalamnya peserta didik.
Dia pun berkomitmen, selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Robby Dondokambey sebanyak 227 desa bisa menjadi Kampung KB.
Bupati dan Wakil Bupati Minahasa menandatangani prasasti Kampung KB saat pencanangan yang dipusatkan di Desa Pinasungkulan, Kecamatan Tombariri.
Bupati dan Wakil Bupati Minahasa menandatangani prasasti Kampung KB saat pencanangan yang dipusatkan di Desa Pinasungkulan, Kecamatan Tombariri.
Sementara itu, Plt Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Drs Sugiyatna MM mengapresiasi Pemkab Minahasa menindaklanjuti pembangunan Kampung KB arahan Presiden RI.
Bahkan sejak dicanangkan pada 2016 lalu, di Minahasa sudah ada 26 Kampung KB dibentuk. Dan pada 2018 ini, bertambah 19 Kampung KB.
Dijelaskan Sugiyatna, Kampung KB adalah salah satu miniatur dan episentrum pelaksanaan program KKBPK secara utuh.
Terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, sampai Kampung KB.
“Bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, terutama yang ada di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil, dan wilayah nelayan,” sebutnya.
Diungkapkan Sugiyatna, Kampung KB dimaksudkan juga membentuk nilai-nilai revolusi mental pada masyarakat berbasis keluarga melalui pendekatan siklus hidup manusia.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here