96,73% Warga Sulut Miliki Kartu Indonesia Sehat

0
129
Gubernur Olly Dondokambey (ketiga kiri) dan Kepala Deputi Direksi BPJS Kesehatan Suluttenggomalut Anurman Huda menandatangani PKS terintegrasi program JKN-KIS dengan Pemda. Disaksikan Wagub Sulut Drs Steven Kandouw (kedua kanan), Sekprov Edwin Silangen SE MM (paling kanan), Kadis Kesehatan dr Debie Kalalo MSc PH (kedua kiri).
MANADO-Per 1 Januari 2019 nanti, sebanyak 760.138 jiwa dari total 2.605.045 jiwa peserta terdaftar yang diintegrasikan oleh pemerintah daerah se-Provinsi Sulawesi Utara ke program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Dengan total 2.693.185 penduduk di provinsi ini, berarti masyarakat yang menjadi peserta JKN-KIS telah mencapai 96,73 persen.
Hal tersebut menempatkan Provinsi Sulut sebagai provinsi keenam yang sudah mencapai Universal Health Coverage dengan cakupan peserta di atas 95 persen dari jumlah penduduk.
Kepala Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulutenggomalut Anurman Huda mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Gubernur dan kepala daerah se-Sulawesi Utara atas komitmen yang tinggi mendukung terlaksananya program JKN-KIS.
“Kami harapkan kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut hingga tercapainya cakupan semesta 100 persen seluruh penduduk di Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Huda.
Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menyampaikan, terhitung 1 Januari 2019 sebagian besar masyarakat Sulawesi Utara dapat menggunakan kartu JKN-KIS untuk memperoleh jaminan pelayanan kesehatan, baik di tingkat pertama maupun tingkat lanjutan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
“Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019 Provinsi maupun Kabupaten/Kota, salah satunya dianggarkan untuk program jaminan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu. Hal ini mencerminkan bahwa pemerintah daerah sangat memperhatikan jaminan kesehatan serta pelayanan kesehatan yang optimal,” jelas Olly.
Dalam waktu yang sama, dilangsungkan pula deklarasi secara serentak atas komitmen pemerintahan wilayah Sulawesi Utara dalam Program JKN-KIS Tahun 2019.
Ditandai penandatanganan PKS antara Gubernur Sulawesi Utara dan Kepala Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Suluttenggomalut.
Para wali kota pun bergantian melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) mengenai upaya perluasan kepesertaan JKN-KIS melalui integrasi Jamkesda tersebut.
Saat ini, Program JKN-KIS telah menjadi program dengan cakupan kepesertaan terbesar di dunia. Masyarakat Indonesia yang sudah menjadi peserta JKN-KIS tercatat sebanyak lebih dari 207 juta jiwa.(*)
iklan-andy.jpg iklan-andy.jpg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here