Pegadaian Hadirkan Bank Sampah di Watutumou Dua, Ubah Sampah Jadi Emas

0
96

MINUT — Program The Gade Clean & Gold PT Pegadaian (Persero) mengubah sampah menjadi emas mulai merambah ke Sulawesi Utara.

Ditandai dengan peresmian bank sampah yang ada di Desa Watutumou Dua, Kabupaten Minahasa Utara (Minut)

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo menjelaskan, bank sampah yang merupakan program bersih-bersih Pegadaian sangat membantu mengurangi sampah rumah tangga di beberapa kota.

“Bahkan dari sampah bisa diubah menjadi emas,” ujar Harianto, di acara peresmian The Gade Clean & Gold di Minut, Kamis (6/12/2018).

Dia menambahkan, program The Gade Clean & Gold ini selalu dilakukan di sekitar lingkungan desa binaan di mana kantor wilayah Pegadaian berada.

Hingga awal Desember 2018 telah hadir di 7 kota besar di Indonesia.

Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan, pembangunan bank sampah memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pengurangan sampah nasional sebesar 1,7% atau 1.389 ribu ton per tahun. Dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp 1.484 miliar per tahun.

Data Ditjen Pengelolaan sampah KLH juga menunjukkan jumlah sampah per kapita di Indonesia sebanyak 7 kg per hari. Atau sebesar 65 juta ton sampah dalam kurun waktu satu tahun.

Sampah tersebut terdiri dari 57% sampah organik, 16% plastik besar, 10% kertas, dan 17% lainnya.

Harianto menjelaskan sampah yang dipilah oleh bank sampah Pegadaian adalah sampah anorganik. Sampai saat ini sudah sekitar 70% atau setara dengan 2 kg/hari sampah rumah tangga.

“Jenis sampah rumah tangga terbesar yang dihasilkan paling banyak adalah sampah plastik,” sebutnya.

Dia menambahkan isu tentang sampah plastik saat ini sedang menghangat, karena paling banyak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

“Tidak hanya berdampak negatif terhadap manusia, tetapi juga untuk makhluk hidup lainnya. Karena sampah plastik itu susah untuk diurai, sehingga bisa merusak kesuburan tanah.

Apabila sampah plastik dibuang secara sembarangan ke sungai-sungai, dapat menimbulkan pendangkalan sungai dan penyumbatan alirannya, sehingga menyebabkan banjir.

Pegadaian, katanya, akan terus konsisten untuk menanggulangi pengurangan sampah plastik di seluruh wilayah Indonesia.

Sehingga program tersebut dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan mengubah sampah menjadi emas.

Di tahun 2018, target pencapaian yang diharapkan adalah pengoperasian dari bank sampah yang telah terintegrasi dengan sistem tabungan emas Pegadaian.

Sasaran nasabah bank sampah adalah ibu rumah tangga. Dengan target 80% dari jumlah rumah tangga di desa binaan.

Harianto mengungkapkan, Pegadaian akan terus melakukan pembinaan terhadap masyarakat, untuk melakukan program bersih-bersih lingkungan.

Sehingga untuk tahun ke depannya, Pegadaian menargetkan sekitar 50 bank sampah bakal dibangun di desa binaan di masing-masing wilayah kantor Pegadaian.

Kehadiran The Gade Clean & Gold telah dirasakan manfaatnya di Bekasi, Pekanbaru, Banjarmasin, Makassar, Palembang, dan Bandung.

“Sekarang waktunya masyarakat Kelurahan Watutumou Dua, Minahasa Utara untuk merasakan manfaatnya. Dengan melibatkan seluruh masyarakat dalam program bersih-bersih lingkungan sehingga dapat mengubah sampah menjadi emas,” katanya.

Harianto menjelaskan, bank sampah yang diresmikan di Kelurahan Watutumou Dua tersebut diberi nama ‘Bank Sampah Simfoni’.

Pegadaian juga memberikan dana sebesar Rp 111 juta untuk pembangunan bank sampah. Kemudian, untuk bantuan operasional bank sampah Pegadaian menyalurkan dana senilai Rp 105 juta.

“Pegadaian juga memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk Kelurahan Watutumou Dua sebesar Rp 25 juta dan bantuan sembako murah Rp 15 juta,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Minut Jemmy Hengki Kuhu mengatakan, The Gade Clean & Gold dapat memberikan sebuah dorongan besar untuk sektor ekonomi di kelurahan ini.

“Saya sangat apresiasi terhadap program ini. Pegadaian melalui Bank Sampah ini dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar, sehingga dapat membangun perekonomian masyarakat menjadi lebih baik,” tandasnya.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here