Djarot sebut Ahok Siap Masuk PDIP

0
64
Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.(Foto: Antara)

SLEMAN — Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok, disebut akan menjadi anggota PDI Perjuangan bila sudah selesai menjalani masa tahanan akibat perkara penistaan agama.

Hal itu diungkap Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, yang juga mantan wakil gubernur Jakarta, dalam konsolidasi pemenangan Pemilu 2019 di DPC PDIP Sleman, Yogyakarta, Senin (26/11). Acara itu bagian dari Safari Kebangsaan II yang dipimpin Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Di hadapan kader partai, Djarot bercerita dirinya baru bertemu dengan Ahok. Di dalam percakapan keduanya, Ahok menyampaikan beberapa hal, termasuk soal rencana masuk sebagai anggota PDIP.

“Saya bertemu Pak Ahok, dia bilang, ‘Mas, tolong pendukung-pendukung kita itu, kalau bisa jangan golput. Kalau bisa pilih Pak Jokowi. Di samping itu, dia harusnya memilih PDI Perjuangan. Karena yang berani betul di garis depan, ketika ada yang melawan Pancasila, ketika ada yang menghina seseorang warga negara, mencaci, membenci, dan sebagainya, sebagainya, yang berani paling depan adalah PDI Perjuangan,” beber Djarot soal pembicaraannya dengan Ahok.

Para pendukung Ahok disebut sebagai “Ahokers”.

“Ini betul. Makanya dia (Ahok) bilang, ‘kalau nanti saya masuk politik, saya akan pasti masuk PDI Perjuangan’,” tambah Djarot.

Djarot sendiri merasakan derita yang dialami Ahok ketika diserang soal isu agama. Sebab setelah Ahok dipenjara dan Djarot naik posisi menjadi gubernur, dirinya juga merasakan hal sama.

“Yang paling berani membela, menunjukkan sikapnya, adalah kader-kader PDI Perjuangan,” kata Djarot.

Menurut Djarot, pemilu 2019 adalah momen penting. Sebab perang ideologi sedang terjadi. Baginya, Pemilu 2019 bukan sekadar memenangkan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Bukan sekadar memenangkan PDI Perjuangan di pemilu legislatif.

“Namun 2019 itu persoalan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia, masa depan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Djarot.

Saat ini, ada yang terang-terangan berorasi ingin mengganti sistem bernegara dengan menerapkan ideologi lain di luar Pancasila.

(sumber: BERITASATU.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here