Olly: Hakeswa 2018 Jadi Momentum Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat Sulut

0
147
Asisten II Setdaprov Sulut Muhammad Rudi Mokoginta SE MTP (tengah) bersama para undangan dan panitia.

MANADO-Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (Hakeswa) Tahun 2018 harus dijadikan momentum bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Terlebih penanganan bagi mereka yang memiliki masalah kejiwaan.

Karena dengan begitu, bakal mendukung pembangunan kesehatan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hal tersebut ditekankan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulut Muhammad Rudi Mokoginta SE MTP, pada pembukaan Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2018, di Atrium Mantos 3, Rabu (10/10/2018).

Lanjutnya, hidup sehat adalah dambaan setiap orang. Karena sehat menggambarkan kondisi sejahtera seseorang secara fisik, kejiwaan, maupun sosial supaya produktif di setiap aspek kehidupan.

Menjalankan pola hidup sehat juga memastikan seseorang bisa terhindar dari berbagai penyakit maupun gangguan mental. Karena tanpa kesehatan, seseorang tidak akan mampu memperoleh hak-hak lain.

Olly berpesan, penanganan gangguan mental yang dideteksi dalam kelompok masyarakat, harus dilakukan lintas sektor. Di dalamnya membangkitkan semangat dan menguatkan komitmen, tekad dan semangat, untuk menyadarkan dan menggerakkan masyarakat terkait pentingnya kesehatan jiwa.

“Jika itu terlaksana baik, pastilah visi pemerintah menjadikan Sulut berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam budaya, niscaya terwujud,” pungkasnya.

Pembukaan kegiatan akbar bertema ‘Generasi Muda yang Bahagia, Tangguh, dan Sehat Jiwa Menghadapi Perubahan Dunia’, mendapat dukungan sejumlah pihak terkait.

Dengan kehadiran Pengarah Kesehatan Jiwa Provinsi Sulut dr Mieke Rumambi MPH, Direktur Keuangan dan Administrasi Umum RSUP Kandou Dewi Anggraini SE MM, Plt Asisten II Setdakot Manado dr Robby Mottoh, Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tjahja Rediantana, Kabid Pembina Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Sulawesi Utara Dra Sutarti Ponto, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulut dr Steaven Dandel MPH, serta Direktur RSJ Prof VL Ratumbuysang dr Vonny Dumingan.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here