Pemprov Sulut Komitmen Cegah dan Kendalikan Penyakit Rabies

0
49
MINAHASA-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan Pariwisata Sehat.
Hal ini dapat dilihat dalam deklarasi Sulut Bebas Rabies oleh para kepala daerah yang hadir pada acara puncak peringatan Hari Rabies Sedunia tingkat nasional.
Acara dengan tema ‘Cegah dan Kendalikan Penyakit Rabies dengan Berbagi Pesan untuk Menyelamatkan Jiwa’ ini dilaksanakan di Benteng Moraya Tondano, 3 Oktober 2018 lalu.
IMG_20181007_131948-843x563IMG_20181007_131914-764x510
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyebutkan, pencegahan penyakit Rabies sangat penting dan sangat ditentukan oleh penanganan luka pasca gigitan hewan penular Rabies yang tepat. Juga pemberian vaksinasi anti Rabies dan serum anti Rabies yang segera.
Gubernur Sulawesi Utara melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dalam sambutannya berpesan agar Hari Rabies Sedunia ini dapat menjadi momentum tepat untuk meningkatkan koordinasi dan sinergitas.
Termasuk memantapkan komitmen dalam implementasi pengendalian Rabies terintegrasi, sehingga dapat menurunkan kasus Rabies. Baik itu pada hewan maupun pada manusia.
IMG_20181007_131930-764x430
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Utara dr Debie Kalalo MSc PH mengatakan, Dinas Kesehatan Daerah terus berkoordinasi dengan sektor kesehatan hewan yang ada di Dinas Pertanian Peternakan.
“Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada orang yang digigit hewan penular Rabies adalah prioritas Dinas Kesehatan Daerah. Namun masyarakat harus memahami bahwa pencegahan utamanya adalah vaksinasi pada hewan, yang mana itu adalah kewenangan dari Dinas Pertanian dan Peternakan,” ucapnya.
Beberapa kegiatan dalam acara ini adalah vaksinasi anti Rabies pada vaksinator hewan, vaksinasi Rabies pada anjing, pet show, pemberian penghargaan pada para pemenang lomba poster dan artikel Rabies, serta penyuluhan kepada anak-anak Pramuka.
Turut hadir pada acara ini adalah Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenko PMK, Bupati dan Wakil Bupati Minahasa, Wakil Bupati Bolmong, Wakil Bupati Sitaro, Wakil Bupati Bolmut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dan para pejabat serta stakeholder lainnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here