Gerakan Baku Malendong PIS-PK Wujudkan Keluarga Sulut Sehat

0
209
Kepala Dinkes Sulut dr Debie Kalalo MSc PH (tengah) bersama jajaran dan pejabat Kementerian Kesehatan RI.

MANADO — Gerakan Baku Malendong PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) menjadi salah satu andalan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Utara mewujudkan keluarga sehat.

Hal tersebut diserukan Kepala Dinkes Sulut dr Debie Kalalo MSc PH saat workshop penguatan pembinaan wilayah pelaksanaan PIS-PK tingkat Provinsi Sulut, 1-3 Oktober 2018, di Hotel Aryaduta Manado.

Menurut Kalalo, kesehatan sebuah keluarga mengacu pada 12 indikator utama sesuai yang disepakati dalam Program Indonesia Sehat. Di antaranya:

1. Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB).

2. Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan.

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap.

4. Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif.

5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan.

6. Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar.

7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur.

8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan.

9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok.

10. Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih.

12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.

Diterangkan Kalalo, PIS-PK telah dilakukan secara optimal di provinsi ini sejak tahun 2017. Meski 5 indikator terus diintervensi.

“Yaitu ODGJ (orang dengan gangguan jiwa), penderita tuberkulosis, penderita hipertensi, merokok, dan keluarga ikut program KB,” ujarnya.

Kalalo berharap, peserta workshop yang merupakan utusan Dinkes dari 15 kabupaten/kota se-Sulut dapat memaksimalkan topik yang dipaparkan.

“Sehingga Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dapat dimaksimalkan guna menunjang penerapan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan, dan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” tandas Kalalo didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat dr Rima Lolong MKes.

Workshop ini turut dihadiri Dirjen Kesmas Kemenkes RI dr Kirana Pritasari MQIH dan Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dr Riskiyana Sukhandi Putra MKes.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here