Bencana Palu, Pemkab Minut Berbela Sungkawa

0
74

MINUT — Duka yang menerpa Palu dan Donggala turut dirasakan oleh semua warga Indonesia, khususnya pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.

Terkait dengan bencana alam yang menimpa Kota Palu, pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggalang dana bantuan bagi para korban gempa dan tsunami.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara, Forsman Dandel, mengatakan memang benar telah diadakan penggalangan dana bantuan untuk para korban di Palu dan Donggala.

“Ini merupakan bantuan awal bagi korban gempa dan tsunami di Palu, tadi sudah di serahkan langsung oleh Sekda dan diteruskan ke BPBD provinsi”, ujarnya.

Dijelaskan Dandel, bantuan berupa baju, pakaian dalam khusus wanita dan anak-anak, obat-obatan, pampers, dan makanan ringan sudah dibawa ke posko Provinsi dan akan langsung diteruskan ke Palu dan Donggala.

“Ada 72 dus bantuan yang kami serahkan tapi yang paling banyak itu berupa baju. Karena dari informasi yang diterima, korban bencana alam hanya memiliki baju yaitu baju yang dipakai saat bencana terjadi, sementara barang dan rumah mereka hanyut terbawa tsunami. Bantuan tersebut sudah diserahkan dan langsung di terima oleh Bapak Joy Oroh selaku Kaban BPD Provinsi”, ungkapnya.

Dandel menambahkan, selain bantuan dari Pemkab ada juga bantuan dari Jemaat GMIM Bukit Moria Warukapas. “Bantuan itu berupa 23 dos baju layak pakai, obat-obatan, serta kue” tutupnya.

Terpisah, Wakil Bupati Minahasa Utara Ir Joppy Lengkong mengatakan sangat prihatin dengan apa yang terjadi di Palu dan Donggala.

“Karena sebelum ada pemekaran, Sulawesi Utara dan Tengah itu dulunya satu. Kita itu masih punya hubungan batin dengan mereka, bahkan banyak orang Manado yang tinggal disana, terlebih khusus warga Minut. Ini bencana dan semua pihak tentu tidak mau tertimpa bencana ini, dan bukan tidak mungkin ini bisa terjadi di sini”, ujarnya.

Lengkong menambahkan, kita semua turut berbela sungkawa. “Kita harus sekuat tenaga untuk membantu, dan kiranya bantuan yang di berikan Pemkab Minahasa Utara ini bukan hanya kali ini saja akan tetapi bisa terus dilakukan sampai Kota Palu pulih seperti dahulu kala”, tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here