BKKBN Sulut Tingkatkan Pelaporan Online Kampung KB

0
70
Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Dra Theodora Pandjaitan MSc (kiri) memberikan pengarahan kepada peserta, didampingi Kabid Adpin Jacky Sambuaga SE.

MANADO-Telah dibentuk sejak tahun 2016 lalu, Presiden Joko Widodo menekankan agar program Kampung KB menunjukkan progress maksimal. Karena itu, Presiden Jokowi menginginkan pelaporan online lebih intens dilakukan oleh pengelola dan penyuluh KKBPK.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Utara (Sulut) Dra Theodora Pandjaitan MSc menuturkan, pihaknya saat ini berupaya untuk meningkatkan pelaporan online Kampung KB. Karena Sulut baru berada di angka 33 persen.

“Beberapa permasalahan yang dihadapi yaitu masih minimnya intervensi yang dilakukan lintas sektor di setiap Kampung KB. Imbas masih kurangnya perhatian pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan Kampung KB di wilayahnya,” sebut Pandjaitan, saat membuka Orientasi Teknis Sistem Pelaporan Online Kampung KB Bagi Pengelola dan Penyuluh KKBPK, di Hotel Gran Puri Manado, Senin-Selasa (6-7/8/2018).

Dijelaskan Pandjaitan, Kampung KB yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, sebenarnya dirancang untuk mengangkat kembali akses pelayanan kepada keluarga dan masyarakat. Dalam upaya mengaktualisasikan dan mengaplikasikan 8 fungsi keluarga secara utuh.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Dra Theodora Pandjaitan MSc (tengah) bersama peserta orientasi teknis sistem pelaporan online Kampung KB.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Dra Theodora Pandjaitan MSc (tengah) bersama peserta orientasi teknis sistem pelaporan online Kampung KB.

Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan pada Kampung KB tidak hanya identik dengan penggunaan dan pemasangan kontrasepsi. Tapi merupakan program pembangunan terpadu dan terintegrasi dengan berbagai program pembangunan lainnya.

Kampung KB ini, sebut Pandjaitan, hendak mewujudkan cita-cita pembangunan Indonesia. Terutama agenda prioritas ke-3 yaitu memulai pembangunan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

“Sedangkan agenda prioritas ke-5 yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Dengan mengangkat dan menggairahkan kembali program KB, guna menyongsong tercapainya bonus demografi yang diprediksi terjadi pada tahun 2010-2030,” pungkasnya.

Ditambahkan Kabid Advokasi, Penggerakkan dan Informasi (Adpin) Jacky Sambuaga SE, kegiatan orientasi kali ini diikuti 30 peserta. Masing-masing, 15 orang operator data online kabupaten/kota, dan 15 penyuluh KKBPK.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here