Tak Difungsikan, Sentra Kuliner Sangihe Diminta Dibongkar

0
213
Bangunan Sentra Kuliner Sangihe yang belum difungsikan hingga sekarang.

TAHUNA -Pembangunan Sentral kuliner Sangihe yang menelan anggaran mencapai miliaran rupiah, dinilai hanya menghamburkan uang rakyat percuma. Kenapa tidak, hal ini diungkapkan masyarakat terkait bangunan yang sudah selesai dibangun sejak akhir tahun anggaran 2017 lalu, belum juga difungsikan sebagaimana tujuan pembangunan dimaksud oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Sangihe.

Tokoh Pemuda Sangihe Nader Baradja ketika bersua dengan sejumlah awak media menyatakan bangunan yang lumayan megah tersebut dibangun diruangan terbuka dijalur Sawang Bendar yang menelan anggaran berkisar 1 Miliar lebih dibangun pada tahun 2017 itu belum difungsikan

“Saya menyoroti bangunan yang begitu megah yang dibangun di daerah jalur hijau atau ruang terbuka hijau (RTH ) di jalur jalan sawang bendar Apengsembeka yang konon kabarnya menelan anggaran 1 milyar lebih. Yang di bangun tahun 2017 warisan dari pejabat Bupati Jhon Palandung. Sampai saat ini belum di fungsikan,” ungkap Baradja.

Baradja menjelaskan, dirinya sempat berteduh digedung tersebut saat hujan, akan tetapi dilihatnya peralatan seperi wastafel sudah tidak layak digunakan atau rusak. Menurutnya instasi mana yang bertanggung jawab dengan sentral kuliner tersebut.

“Saya waktu hujan sempat berteduh di gedung itu sambil memperhatikan bangunan yang begitu megah, dan kapan difungsikan, sementara wastafel sudah ada yang copot dan pecah, pintu kamar mandi sudah mulai rusak. Terus siapa yang bertangung jawab apakah dinas Perikanan dan Kelautan yang punya proyek ini atau Dinas Pasar atau instansi mana yang harus bertangung jawab? Terus apakah bangunan yang begitu megah ini di biarkan hancur?,” ungkapnya dengan nada tanya.

Dia menambahkan, kiranya Pemerintah Kabupaten terlebih khusus dinas yang berkompeten agar dapat memperhatikan, apabila tidak diperhatikan. Dirinya meminta bagunan tersebut segera dibongkar.

“Saya mohon kepada pemerintah khususnya Dinas yang berkompeten, agar bangunan ini harus dibongkar kalau memang tidak akan difungsikan. Sebab telah menyalahi tata ruang wilayah yang sebenarnya jalur hijau,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ketika dihubungi sejumlah awak media tidak berada ditempat.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here