Terkesan Tebang Pilih, Pelamar Tak Berpengalaman Lolos Seleksi Berkas Calon Anggota Bawaslu Manado

0
458
Sekretaris Timsel II Bawaslu Jerry Wuisang

MANADO – Proses seleksi anggota Bawaslu Kota Manado terlihat agak ganjil. Sebab, ada persyaratan yang diakui katanya berpedoman pada hasil Bimtek oleh Bawaslu RI dengan mempertimbangkan salah satu persyaratan, yakni punya pengalaman kepemiluan, ternyata jadi lain ceritanya.

Timsel II dengan Ketua Michael Mamentu dan sekretaris Jerry Wuisang serta anggota Nur Fitry Latief, Karel Najoan dan Rini Pakaya terkesan agak memaksakan hasil seleksi berkas calon anggota Bawaslu Manado. Mengapa tidak, karena dari 14 calon calon anggota Bawaslu Manado yang lolos seleksi berkas administrasi dari jumlah total 34 pelamar, ada beberapa calon yang lolos berkas ternyata tidak punya pengalaman dalam kepemiluan, akan tetapi terkesan dipaksakan untuk lolos seleksi berkas.

Tebang pilih yang dilakukan Timsel II ini spontan menuai protes dari beberapa pelamar yang dinyatakan gugur, tapi punya pengalaman pernah terlibat dalam kegiatan kepemiluan.

Sebagai contoh Roy Rompis, salah satu calon yang gugur. Diketahui Rompis memiliki banyak pengalaman dalam kegiatan kepemiluan. Mantan PPK, Panwascam bahkan pernah sebagai anggota Panwaslu Manado tapi tetap digugurkan dibanding beberapa pelamar yang belum punya pengalaman di kepemiluan.

Menurut anggota Timsel II, Nur Fitry Latief saat dikonfirmasi beralasan bahwa penilaian tergantung score masing-masing pelamar.

“Itu tergantung score masing-masing. Kami mengambil score rata-rata. Saya jelaskan, mungkin saja score yang bersangkutan 6, tapi ada 4 calon yang punya score 9. Kami harus akomodir yang punya score 9,” jelasnya.

Diiketahui, Roy Rompis memiliki score 12 jika ditambahkan dengan pendidikannya yang Strata 2 sesuai peraturan pedoman Bawaslu RI yang disampaikan Fitry.

Oleh karenanya, Fitry pun meminta untuk melaporkan nama-nama calon Bawaslu Manado yang lolos berkas administrasi agar bisa menjadi bahan pertimbangan ke tahapan selanjutnya.

Beberapa calon yang tidak lulus berkas pun merasa gerah, dan menuntut transparansi dan keadilan.

“Kami menuntut keadilan dan transparansi Timsel. Kalau prosesnya begini, terkesan ada titip-titipan,” tegas Dance Siahaya.

(Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here