Pimpinan BPJS Kesehatan Layani Langsung Masyarakat di Kota Manado

0
85
Aktuaris Perusahaan dari Kantor Pusat Jakarta Ocke Kurniandi (paling kiri) menjadi Duta BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Manado.

MANADO-Kegiatan eksekutif frontliner terus berlanjut di lingkup BPJS Kesehatan. Para peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kantor Cabang Manado tak luput dari kegiatan ini.

Aktuaris Perusahaan Ocke Kurniandi dari Kantor Pusat Jakarta mengatakan, eksekutif frontliner adalah salah satu wujud komitmen BPJS Kesehatan dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS.

“Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Ocke usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Cabang Manado, Kamis (12/7/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Ocke Kurniandi menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan, untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor BPJS Kesehatan di Kota Manado. Khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat).

“Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” ucap Ocke.

Pertumbuhan kepesertaan JKN-KIS di Indonesia terbilang berkembang pesat melampaui perkembangan kepesertaan negara-negara lain di dunia. Di mana dalam kurun waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80% dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85% populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99% populasi penduduk.

Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100%.

“Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia. Secara nasional jumlah kepesertaannya telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta,” kata Ocke.

Nantinya, seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan. “Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” kata Ocke.

Setelah menjadi petugas Front Liner di kantor BPJS Kesehatan Manado, Aktuaris Perusahaan ini pun mengunjungi pasien yang sementara cuci darah (haemodialisa) di Gedung Dahlia dan Gedung Melati RSUD Prof RD Kandou.

Di sisi lain Kepala Cabang BPJS Kesehatan Manado Greisthy Borotoding menerangkan, kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian HUT ke-50 BPJS Kesehatan.

“Memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik, para Direksi, Deputi Direksi Wilayah dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan, terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan,” katanya.

Ditambahkan Greisthy, dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.247 FKTP.

Terdiri atas 9.881 Puskesmas, 5.023 Dokter Praktik Perorangan, 5.473 Klinik Non Rawat Inap, 643 Klinik Rawat Inap, 20 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 Dokter Gigi.

Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.397 RS dan Klinik Utama, 1.607 Apotik, dan 1.079 Optik.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here