Gandeng Jemaat GMIM, BPJS Kesehatan Manado Gelorakan Program Donasi JKN-KIS

0
233
(Dari kiri) Kepala Cabang BPJS Kesehatan Manado dr Greisthy Borotoding, Asisten I Setkot Manado Micler CS Lakat, dan Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerjasama BPMS GMIM Pdt Ventje Albert Talumepa MTh saat sosialisasi program Donasi JKN-KIS.

MANADO-Program Donasi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus digalakkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Manado.

Kali ini, menggandeng Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Wilayah Kota Manado. Saat sosialisasi pada Senin (9/7/2018) di Hotel Aryaduta, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Manado dr Greisthy Borotoding mengajak warga GMIM untuk ikut serta membagi berkat kepada jemaat yang membutuhkan.

Menurut Greisthy, Donasi JKN-KIS merupakan program yang melibatkan partisipasi masyarakat secara perseorangan atau badan usaha atau lembaga lain.

Bertujuan mewujudkan kepedulian kepada masyarakat di lingkungan melalui kontribusi pendaftaran keluarga yang membutuhkan uluran tangan untuk didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS.

Peserta sosialisasi yang terdiri dari Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat, maupun pelayan khusus aktif menyampaikan saran saat sesi dialog.
Peserta sosialisasi yang terdiri dari Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah, Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat, maupun pelayan khusus aktif menyampaikan saran saat sesi dialog.

Ada 3 pola program Donasi JKN-KIS.

Pertama, donasi perorangan. Yaitu bentuk partisipasi individu yang memiliki kemampuan membayar iuran dan kepedulian terhadap salah satu atau beberapa keluarga yang kurang beruntung di lingkungannya. Untuk didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS dan membayar iuran selama keluarga tersebut masih membutuhkan bantuan.

Kedua, donasi badan usaha. Bentuknya, partisipasi badan usaha yang memiliki kemampuan membayar iuran dan kepedulian terhadap sejumlah keluarga yang kurang beruntung di lingkungannya untuk didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS. Dan membayar iuran selama keluarga tersebut masih membutuhkan bantuan.

Ketiga, donasi lembaga atau badan lainnya. Berbentuk partisipasi lembaga atau badan amal, atau lembaga maupun badan lainnya. Salah satu fungsi lembaga atau badan terkait adalah sebagai penyantun, dan memiliki kemampuan membayar iuran dan kepedulian terhadap sejumlah individu atau keluarga di bawah naungannya, untuk didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS. Dan membayar iuran selama individu atau keluarga tersebut masih membutuhkan bantuan.

“Donatur yang bersedia, membayar iuran calon peserta JKN–KIS atau tertanggung secara autodebet sesuai mekanisme dan ketentuan di bank mitra BPJS Kesehatan. Yaitu BRI, Mandiri, BNI dan BTN,” katanya.

Kemudian, donatur mendaftarkan keluarga tertanggung sebagai calon peserta JKN-KIS melalui kanal-kanal pendaftaran PBPU dan BP BPJS Kesehatan.

Lanjut Greisthy, iuran JKN-KIS yang berlaku saat ini yaitu Kelas 3 Rp25.500 per jiwa per bulan. Selanjutnya Kelas 2 Rp51.000 per jiwa per bulan. Dan Kelas 1 Rp80.000 per jiwa per bulan.

“Program Donasi JKN-KIS merupakan wujud dari prinsip gotong royong dan kepedulian kepada sesama, demi terwujudnya Indonesia yang lebih sehat,” tandasnya.

Program ini disambut positif oleh Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM. Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerjasama BPMS GMIM Pdt Ventje Albert Talumepa MTh mengatakan, pihaknya mendukung penuh Donasi JKN-KIS yang digiatkan BPJS Kesehatan.

Talumepa mengimbau, lewat sidang majelis di jemaat masing-masing dapat menyepakati pola donasi yang akan dijalankan. Apakah bentuk perorangan atau lembaga guna membantu jemaat di wilayahnya. “Yang pasti seluruh warga GMIM diharapkan diikutsertakan sebagai peserta JKN-KIS,” imbuh Talumepa.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkot Manado Micler CS Lakat mengatakan, Pemkot Manado mengapresiasi inovasi program dari BPJS Kesehatan. Menurutnya, Donasi JKN-KIS dapat membantu pihaknya mewujudkan Universal Health Coverage di kota ini, yang telah dihuni oleh 533 ribu penduduk, tersebar di 11 kecamatan, 87 kelurahan, dan 504 lingkungan.

Di sisi lain, salah satu peserta perwakilan dari badan pekerja majelis jemaat mengungkapkan, program ini merupakan wujud para pendeta dan jemaat untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Dan mendidik masyarakat maupun jemaat agar lebih peduli. “Karena itu mari kita tunjang program yang luar biasa ini. Demi sesama kita boleh mengakses pelayanan kesehatan dengan baik,” pungkas Bendahara Jemaat GMIM Betania Teling Tingkulu Sym Olivia Manopo.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here