Dikoordinir Kepala Dinkes Sulut, Bhaksos Harganas Lampaui Target Peserta

0
103
Kepala Dinkes Sulut dr Debie Kalalo MSc PH (paling kiri) mendampingi pejabat BKKBN Pusat meninjau kegiatan khitanan massal.

MANADO-Bhakti Sosial Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-25 yang dikoordinir Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc, mampu melampaui target peserta.

Pada Rabu (4/7/2018), sebanyak 300 orang ikut donor darah dari target awal 250 pendonor.

Sementara itu, khitanan massal yang awalnya ditargetkan 70 anak, melonjak hingga 130 pendaftar.

Selanjutnya pada pelayanan KB dan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Puskesmas Tikala dan Bahu, panitia mengajak sebanyak mungkin warga untuk memanfaatkan momen ini demi kesehatan diri. Ditargetkan minimal 150 akseptor KB yang ikut serta.

Dikatakan Kalalo, fungsi reproduksi menjadi salah satu bagian dari 8 fungsi keluarga. Sebab itu, panitia menyediakan layanan KB di dua Puskesmas di Manado.

Kadis Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH (tengah) saat diwawancara, didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan dr Lidya Tulus MARS (kanan) dan owner Klinik Madani Manado dr Rini Kadir (kiri).
Kadis Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH (tengah) saat diwawancara, didampingi Kabid Pelayanan Kesehatan dr Lidya Tulus MARS (kanan) dan owner Klinik Madani Manado dr Rini Kadir (kiri).

Untuk layanan IVA, ujar Kalalo, Pemprov Sulut dan Kota Manado sangat mendukung kegiatan deteksi dini kanker leher rahim dengan metoda IVA ini. Terbukti dengan tersedianya layanan IVA di seluruh Puskesmas di Manado dan beberapa di kabupaten/kota lain.

Digiatkannya layanan IVA, diakui Kalalo, karena saat ini baru sekira 10 persen dari jumlah perempuan di Sulut yang mengakses layanan IVA. Masih perlu kesadaran tinggi, terutama perempuan usia 30-50 tahun guna melakukan pemeriksaan.

Lanjut Kalalo, aksi donor darah adalah implementasi Fungsi Cinta Kasih dan Sosial Budaya. Merupakan kegiatan sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun. Justru memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan orang lain apakah itu kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial, atau pandangan politik.

Terakhir, yaitu khitanan massal adalah mendukung Fungsi Agama dalam keluarga.

Terpantau, pada gelaran Bhaksos ini, Dokter Debie turut didampingi sejumlah pejabat eselon III dan IV Dinkes Sulut.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here