Ahli Saraf Milik RSUP Kandou Sukses Lakukan Tindakan Neurointervensi Perdana di Manado

0
2872
Kepala IBS dr Herman Kereh SpB (tengah) bersama dr Gilbert Tangkudung SpS FINS FINA (kiri) dan dr Bambang Try Prasetyo SpS(K) FINS FINA (kanan) usai melakukan tindakan operasi di kamar operasi IBS RSUP Prof Kandou.

MANADO-RSUP Prof Kandou terus membuat inovasi pelayanan bagi pasien-pasiennya. Pada Jumat (29/6/2018) lalu, ada 2 pasien yang berhasil dilakukan tindakan neurointervensi (intervensi saraf) yang pertama di Manado.

Berupa tindakan coiling aneurisma pembuluh darah otak oleh ahli saraf dr Gilbert Tangkudung SpS FINS FINA, dengan pendampingan dr Bambang Try Prasetyo SpS(K) FINS FINA dari RS Pusat Otak Nasional (RSPON) Jakarta.

Direktur Utama RSUP Prof Kandou dr Maxi R Rondonuwu DHSM MARS melalui Kepala Instalasi Bedah Sentral (IBS) dr Herman Kereh SpB menjelaskan, tindakan saraf intervensi ini dilakukan terhadap pasien-pasien dengan gangguan persarafan seperti stroke.

“Jika sebelumnya pasien stroke hanya penanganan berupa pengobatan, tapi kini sudah lebih tinggi tingkatannya. Lewat tindakan operatif dengan memasukkan alat ke tubuh penderita untuk ditangani secara medis ke bagian saraf yang mengalami gangguan,” imbuhnya.

Sementara itu, Dokter Gilbert menerangkan, tindakan coiling adalah tindakan memasukkan coil melalui akses pembuluh darah ke lokasi target kelainan. Sehingga darah tidak lagi masuk ke dalam kantong aneurisma yang pecah.

Jalannya operasi menggunakan alat Cath Lab di kamar operasi Instalasi Bedah Sentral RSUP Prof Kandou.
Jalannya operasi menggunakan alat Cath Lab di kamar operasi Instalasi Bedah Sentral RSUP Prof Kandou.

“Belakangan ini tindakan coiling atau embolisasi mulai banyak digemari oleh para dokter, sehingga banyak dipilih dalam pengobatan aneurisma,” ujarnya.

Disebutkan Dokter Gilbert, aneurisma merupakan salah satu jenis kelainan pembuluh darah otak. Di mana terdapat kelemahan pada sebagian dinding pembuluh darah.

Di sisi lain, dr Herman Kereh SpB menambahkan, keberhasilan tindakan coiling aneurisma pembuluh darah otak tersebut ditunjang ketersediaan alat Cath Lab (Catheterization Laboratory) di kamar operasi IBS.

“Langkah ini adalah bentuk visi dan misi RSUP Prof Kandou, untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien-pasien di Sulut khususnya, dan Indonesia bagian timur pada umumnya,” tandas Dokter Herman.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here