Wagub Kandouw Tegaskan Lansia Sulut Harus Sejahtera

0
165
Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw menyerahkan kursi roda kepada perwakilan Lansia, di Wale Ne Tou Tondano, Minahasa, Kamis (7/6/2018).

MINAHASA-Ribuan Lansia dari 15 kabupaten/kota ikut menjadi bagian kemeriahan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-22 di Sulut.

Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw yang juga Ketua Komisi Daerah (Komda) Lansia Sulut, mengaku takjub dengan kehadiran oma-oma dan opa-opa di Tondano, Minahasa.

Kandouw menegaskan, Lansia Harus Sejahtera. “Karena jika Lansia Sejahtera, pasti Masyarakat Bahagia,” sebutnya.

Kandouw juga bersyukur, kehadiran para Lansia di tengah masyarakat menjadi komponen penting bagi Pemprov Sulut. Dalam menangkal paham radikalisme dan fundamentalis di semua kalangan.

Kandouw berharap, para Lansia terus berperan aktif menopang pemerintah. Untuk menggelorakan dan menjabarkan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarakat. Tentunya demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengurus Tim Penggerak PKK Sulut membaur dengan oma-oma saat tarian diiringi lagu 'Goyang Tobelo'.
Pengurus Tim Penggerak PKK Sulut membaur dengan oma-oma saat tarian diiringi lagu ‘Goyang Tobelo’.

“Kita tidak boleh lalai mempertahankan ideologi Pancasila. Karena bukan rahasia lagi ada gerakan masif terstruktur untuk mempengaruhi generasi muda Indonesia termasuk Sulawesi Utara,” tandas Kandouw, sembari menyebut, hikmat dari para orang tua masih sangat dibutuhkan generasi zaman kini.

Sebab itu, Kandouw menyerukan kepada semua pihak supaya Lansia harus sejahtera.

Pemprov Sulut pun berupaya meningkatkan kelangsungan hidup para Lansia. Baik itu lewat program kesejahteraan maupun di sektor-sektor pembangunan yang erat dengan para Lansia. Salah satunya meningkatkan angka harapan hidup di Sulut.

“Amerika Serikat punya angka harapan hidup 79 tahun, Australia 81 tahun, dan Jepang tertinggi dengan 82 tahun. Sementara Sulawesi Utara masih di angka 71,9 tahun. Itulah salah satu tanggung jawab Pemprov Sulut bagi semua warga Bumi Nyiur Melambai,” pungkas Kandouw.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Sulut dr Rinny Tamuntuan selaku Ketua Panitia HLUN ke-22, tak menduga jumlah peserta bakal membludak. Namun dia berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kegiatan akbar ini.

Dikatakannya, pada puncak HLUN ini disemarakkan dengan penampilan tarian maupun kemampuan spesial para Lansia. Mulai dari tarian maengket, katrili hingga idol.

Panitia juga menyiapkan pemeriksaan kesehatan berupa tekanan darah, kolesterol, pengobatan, hingga pembagian kacamata. Ada juga penyerahan alat kesehatan berupa kursi roda dan alat bantu dengar dari Dinkes Sulut.

iklan harryKemudian penyerahan bantuan modal usaha, bantuan program keluarga harapan (PKH), sembako, maupun motor dinas bagi 25 pendamping PKH di Minahasa.

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulut Dra Ivone Silangen-Lombok.

Ada juga Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt Evert Tangel STh MPdk, Penjabat Bupati Minahasa Drs Roy Mewoh DEA, Sekda Minahasa Jeffry Korengkeng SH MSi, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Jubert Nixon Purnama STh, Ketua Lansia GMIM Roosje Kalangi, Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulut Ir Mieke Pangkong, para pimpinan perangkat daerah di Minahasa, pimpinan dan perwakilan instansi kementerian/lembaga di Sulut, BUMN, serta para undangan.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here