Dirut RSUP Kandou Full Support Pendirian Prodi Anestesiologi dan Terapi Intensif Faked Unsrat

0
326
(Duduk dari ketiga kiri) Prof dr Jimmy Posangi MSc PhD, Dr dr Ike Sri Redjeki SpAn KIC KMN MKes, Prof dr Achsanuddin Hanafi SpAn KIC KAO, Prof dr Adrian Umboh SpA(K), dan dr Maxi R Rondonuwu DHSM MARS, bersama tim panitia Anestesiologi dan Terapi Intensif Faked Unsrat, saat visitasi di RSUP Prof Kandou.

MANADO-Kolaborasi antara RSUP Prof Kandou dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) makin paripurna.

Terkini, RSUP Prof Kandou yang dipimpin Direktur Utama dr Maxi R Rondonuwu DHSM MARS menunjang penuh pendirian Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Faked Unsrat di RSUP Prof Kandou Manado.

Pada Senin (4/6/2018), tim Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif (KATI) melakukan visitasi guna menilai kelayakan pendirian program studi tersebut.

Tim terdiri dari Ketua Komisi Akreditasi KATI Dr dr Ike Sri Redjeki SpAn KIC KMN MKes, serta Ketua Komisi Pendidikan Sp-1 Anestesiologi dan Terapi Intensif Prof dr Achsanuddin Hanafi SpAn KIC KAO.

Rondonuwu mengatakan, dukungan penuh masing-masing institusi pasti akan dikerahkan demi terbentuknya program studi ini.

Apalagi kebutuhan dokter anestesiologi sangat mendesak untuk memenuhi pelayanan kesehatan di hampir semua rumah sakit daerah di Indonesia Timur.

iklan harryiklan-puasa-SA-animasiProgram pemerintah untuk mengirimkan dokter spesialis (WKDS) ke daerah, kata Rondonuwu, juga membutuhkan dokter spesialis anestesiologi. Dan dalam implementasinya kebutuhan dokter anestesiologi masih belum terpenuhi.

Selain itu, Rondonuwu yang dipercayakan sebagai Koordinator ARSPI (Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia) Wilayah Indonesia Timur, dituntut bisa memfasilitasi pemenuhan tenaga kesehatan. Termasuk dokter spesialis anestesiologi di kawasan timur Indonesia.

Sebagai rumah sakit terakreditasi paripurna sekaligus sebagai rumah sakit Pendidikan, lanjutnya, RSUP Prof Kandou Manado ingin melakukan pengembangan pelayanan kesehatan.
Di dalamnya, meningkatkan dan menambah sumber daya manusia lewat koordinasi dan kolaborasi dengan Faked Unsrat. Terutama pendirian program studi dokter spesialis baru.

Pada kesempatan yang sama, Ike Sri Redjeki mengatakan, visitasi kali ini bertujuan melihat kesiapan Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Faked Unsrat/RSUP Prof Kandou untuk nantinya menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis.

Selanjutnya memotret fasilitas pelayanan di kamar operasi Instalasi Bedah Sentral (IBS), Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan Bedah Jantung. Serta Intensive Care Unit (ICU), High Care Unit (HCU), ICU Jantung, Ruang Resusitasi, Pelayanan Perioperatif, Nyeri, dan Layanan Code Blue atau Medical Emergency Team.

Saat peninjauan lapangan yang didampingi langsung oleh Dirut, tim visitasi KATI menyampaikan kekaguman terhadap komitmen manajemen RSUP Prof Kandou. Untuk mengembangkan pelayanan sub spesialistik termasuk pelayanan anestesiologi dan terapi intensif.

Prof Hanafie lebih lanjut menyampaikan, fasilitas pelayanan dan pendidikan yang disediakan oleh manajemen RS sudah setara dengan RS tipe A lain di Indonesia. Bahkan pada beberapa hal sudah melebihi yang lain.

Mereka berharap komitmen yang telah diberikan dari Dirut RSUP Prof Kandou, Dekan Faked, serta pimpinan Unsrat dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Juga sesegera mungkin melengkapi sejumlah persyaratan sesuai masukan-masukan dari tim.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Faked Unsrat Prof dr Adrian Umboh SpA(K) dan Wakil Rektor 1 Unsrat Prof dr Jimmy Posangi MSc PhD SpFK(K).

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here