Kasdam XIII/Merdeka: Selamat Hari Lahir Pancasila

0
67
Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila Brigjen TNI Fajar Setyawan.

MANADO-Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIII/Merdeka Brigjen TNI Fajar Setyawan menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di Lapangan Makodam XIII/Merdeka, Jumat (1/6/2018).

Upacara diikuti para Asisten Kasdam, Kabalak, serta perwakilan masing-masing satuan. Bertindak sebagai komandan upacara yaitu Letkol Inf Masgin Abas.

Brigjen Fajar saat membacakan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengingatkan peserta upacara kalau Republik Indonesia sebentar lagi akan merayakan HUT kemerdekaan ke-73.

Dan selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi bintang pemandu Bangsa Indonesia. Pancasila juga sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha  menggesernya.  Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Insya Allah sampai akhir zaman, Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia. Sungguh Pancasila adalah berkah indah diberikan Tuhan Yang Maha   Esa kepada kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran, dan kejernihan batin para founding fathers  Indonesia.

Para pejabat Kodam XIII/Merdeka.
Para pejabat Kodam XIII/Merdeka.

Pancasila  pertama  kali diuraikan secara jeias oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945. Kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Dan dirumuskan secara final pada 18 Agustus 1945. Para pendiri  bangsa dari berbagai kelompok, golongan dan  latar belakang, duduk bersama untuk   menetapkan Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan.

Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh. Menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Rangkaian proses besar tersebut harus selalu kita ingat, kita dalami semangatnya, dan kita pahami rohnya. Adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan, hati dan pikiran kita.

Persiapan sebelum pelaksanaan upacara.
Persiapan sebelum pelaksanaan upacara.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila di tahun 2018 ini, kita harus meneguhkan semangat untuk bersatu, berbagi dan berprestasi.

Sebagai bangsa yang majemuk terdiri atas 714  suku, lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus terus-menerus bersatu memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus bersatu dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, besar dan bangsa pemimpin. Semangat berbagi antar anak bangsa untuk kesejahteraan dan kemajuan bersama, juga merupakan sebuah keharusan.  Kita harus berbagi dengan memperkuat etos kepedulian, welas asih, dan saling menghargai dengan penuh empati.

Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini, harus kita manfaatkan sebagai momentum memperkuat kepedulian dan saling berbagi. Semangat gotong royong yang merupakan budaya luhur bangsa, harus terus kita pupuk sebagai sumber energi besar Indonesia guna menggapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan. Kita harus melakukan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan tangguh.

Jokowi meyakini semangat berprestasi itu tertanam kuat di dada para atlet kita untuk mengibarkan bendera merah putih di Asian Games dan Asian Para Games tahun ini.

Diharapkan, semangat berprestasi ini juga membara di seluruh lapisan masyarakat dan semua jenis profesi. Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, negeri yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur.

iklan harryPeringatan Hari Lahir Pancasila harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Marilah kita terus amalkan warisan para founding fathers ini untuk kemajuan bangsa, dan sekaligus juga menjadi  sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia. Negara manapun di dunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang ber-bhinneka dan majemuk.

Seringkali kemajemukan ini juga dibayang-bayangi oleh risiko intoleransi, ketidak-bersatuan dan ketidak-gotongroyongan.  Saatnya kita berbagi pengalaman dalam berbhinneka tunggal ika, bertoleransi serta membangun persatuan dan kebersamaan. Saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nilai luhur  Pancasila, untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Atas nama seluruh rakyat Indonesia, Jokowi menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya  kepada para founding fathers. Atas warisan luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila yang kita nikmati saat ini.

Dia juga menyampaikan terima  kasih dan penghargaan kepada  generasi-generasi berikutnya. Yang telah menanamkan pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pada kesempatan mulia ini, Jokowi mengajak para ulama dan tokoh  agama, para guru dan ustad, para politisi dan jajaran aparat pemerintahan, para anggota TNI dan Polri, para pekerja dan  pelaku ekonomi, serta seluruh komponen bangsa. Untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian kita.

“Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi, akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa  Indonesia menuju negara maju dan jaya. Selamat Hari Lahir Pancasila! Kita bersatu! Kita berbagi! Kita berprestasi!,” seru Jokowi menutup sambutan tertulisnya.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here