Puluhan Karyawan PT Delta Pasific Indotuna Bitung Datangi Kanwil Kemenkumham, Ada Apa?

0
159
Karyawan PT Delta Pasific Indotuna Bitung yang mendatangai Kanwil Kemenkumham Sulut.

MANADO – Setelah melakukan berbagai upaya baik unjuk Rasa maupun bermediasi dengan Pemerintah maupun aparat Polres Bitung yang belum membuahkan hasil, akhirnya Karyawan PT Delta Pasific Indotuna (DPI) mendatangi Kanwil Kemenkumham Sulut, Rabu (31/5/2018) siang. Dipimpin oleh Muhamad Ihsan guna menyampaikan permasalahan PT DPI yang sudah berlarut larut.

Permasalahan PT DPI yang sudah terjadi sejak awal Mei 2018 silam ternyata masih terus bergulir. Kali ini justru karyawan yang masih aktif menuntut agar akses jalan masuk yang saat ini di tutup/ blokade jalan oleh eks karyawan PT DPI yang menghambat aktifitas mereka untuk dapat masuk ke perusahaan untuk bekerja. Akibatnya hinga saai ini PT DPI menghentikan operasionalnya sementara.

“Untuk saat ini kami sudah tidak bekerja selama 3 minggu dan belum ada tindakan dari pemerintah maupun kepolisian untuk menindak tegas oknum eks karyawan yang memblokade jalan masuk perusahaan. Sudah beberapa kali melakukan aksi dan pertemuan baik dengan Walikota, DPRD dan Polresta Bitung namun eks karyawan masih belum dibubarkan juga,” ungkap Ihsan kepada Sulutaktual.com

Menurutnya, saat saat ini diperkirakan masih ada sekitar 50 orang yang melakukan aksi blokade jalan. Sebelumnya, ada 250 eks karyawan yang melakukan aksi tersebut bahkan ada yang sampai menggali parit, namun saat ini ada 150 orang sudah mengajukan permasalahan ke jalur hukum dan berproses di Pengadilan hubungan Industrial (PHI) Manado, selanjutnya 50 orang lagi sudah mencari pekerjaan lain. Dan karyawan yang masih aktif sekitar 700 orang.

Beberapa karyawan bahkan menduga adanya oknum anggota DPRD kota Bitung, yang enggan disebut namanya berada dibalik aksi blokade tersebut. Karena pada beberapa aksi, beliau hadir termasuk saat blokade berlangsung saat ini, dan dalam beberapa pertemuan, beliau juga hadir dan selalu menyudutkan perusahaan.

Puluhan karyawan ini kemudian diterima oleh Kabid HAM Kanwil Kemenkumham Sulut, Reba Paputungan beserta stafnya di Aula Kanwil Kemenkumham.

“Setelah laporan ini kami terima maka tindakan kami nanti akan koordinasikan ke kepolisian agar segera menindaklanjuti masalah ini, dan menanyakan alasan kenapa hingga saat ini persoalan ini tidak bisa ditangani. Apabila ada hal tersembunyi kita akan memediasi dan mendorong penyelesaianya,” tutur Paputungan dihadapan para Karyawan PT DPI.

Para karyawan sangat berharap masalah ini segera selesai. Karena ini menyangkut hidup karyawan, yang apabila permasalahan ini tidak terselesaikan, maka perusahaan terancamakan  menghentikan operasional perusahaan secara permanen alias menutup PT DPI. Hal ini juga telah disampaikan oleh pihak perusahaan kepada para karyawan melalui surat pemberitahuan pada 22 Mei 2018 lalu.

(Ferdian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here