Angka Kematian Ibu di Sulut Terus Berkurang

0
244
dr Debie Kalalo MSc PH (kemeja batik biru depan) bersama para bidan Puskesmas se-Sulut, saat pertemuan di Hotel Whiz Prime Manado, Kamis (17/5/2018).

MANADO-Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya mengatasi jumlah kematian ibu.  Melalui berbagai program yang dikembangkan Dinas Kesehatan Sulut. Alhasil, angka kematian ibu terus berkurang.

Data diperoleh dari instansi pimpinan dr Debie Kalalo MSc PH tersebut, pada 2015 tercatat 71 kasus. Kemudian angka tersebut berhasil ditekan hingga 54 kasus pada 2016.  Selanjutnya semakin menurun pada setahun berikutnya yang hanya 38 kasus, bervariasi di kabupaten/kota.

“Dan hingga pertengahan Mei 2018 baru diperoleh 17 kasus kematian ibu,” tandas Kalalo, saat memberikan arahan terhadap peserta pertemuan orientasi bidan dalam pelayanan antenatal care (ANC) bagi bidan Puskesmas kabupaten/kota.¬†

Diterangkan Kalalo, penyebab mendasar kematian ibu dibagi dua kelompok. Yaitu penyebab langsung dan tidak langsung.

Selain itu, ada masalah-masalah lain yang berkaitan dengan kualitas hidup ibu hamil. Antara lain, masalah penggunaan kontrasepsi, penyakit menular, penyakit kronik, dan kekurangan gizi.

Suasana pertemuan yanh dibuka Kadis Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH.
Suasana pertemuan yanh dibuka Kadis Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MSc PH.

Mengatasi itu, pelayanan asuhan ibu hamil harus dilakukan menyeluruh dan terpadu (komprehensif dan integratif) seperti upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Meliputi pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), gizi, pengendalian penyakit menular (infeksi), penanganan penyakit kronik, serta beberapa program lokal dan spesifik sesuai kebutuhan.

“Layanan tersebut harus dilakukan di fasilitas kesehatan pemerintah, swasta, maupun praktik perseorangan atau kelompok,” imbuhnya.

Terkait asuhan antenatal berkualitas, lanjut Kalalo, harus dilakukan pelayanan 10 T dan terintegrasi.

Mencakup deteksi penyakit menular maupun tidak menular, konseling dan promosi kesehatan, persiapan kehamilan dan kesiapan menghadapi komplikasi.

Di sisi lain, kata Kalalo, masalah kesehatan maternal dan neonatal ini sangat dipengaruhi berbagai faktor. Namun yang perlu diperhatikan yaitu besarnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, dan KB pasca persalinan, dan bayi baru lahir.

“Karena itu, Kementerian Kesehatan juga melakukan upaya-upaya strategis. Salah satunya meningkatkan kualitas sumber daya kesehatan. Sebab tenaga kesehatan adalah aspek penting mendukung pelayanan maternal dan neonatal sesuai standar, dengan meggunakan pendekatan kesehatan masyarakat,” pungkas Kalalo didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat dr Rima Lolong MKes dan Kasie Kesga dan Gizi dr Arista Wowor MKes.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here