1.200 Hektar Cetak Sawah Jadi Target Kodam XIII/Merdeka

0
149
Mayjen TNI Madsuni (paling kanan) menyaksikan penandatanganan kerja sama.

 MANADO-Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Madsuni memimpin penandatanganan perjanjian kerja sama cetak sawah tahun anggaran 2018.

Kegiatan yang dilaksanakan di Grhadika Jaya Sakti Kodam XIII/Merdeka, Selasa (15/5/2018) pagi, dihadiri Kadis Pertanian Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, serta para Kadis Pertanian kabupaten/kota.

Ada juga Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Fajar Setyawan, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Joseph Robert Giri, Irdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Setio Budi Raharjo, dan Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Agus Subiyanto.

Madsuni berharap, MoU ini menjadi momentum awal semua pihak untuk kembali bekerja keras. Melanjutkan upaya-upaya meningkatkan kedaulatan pangan bangsa dan negara demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Khususnya di Sulut dan Sulteng.

Menurut Madsuni, salah satu instrumen penting untuk meningkatkan produksi pangan nasional adalah tersedianya lahan menanam padi.

Mayjen TNI Madsuni (kelima kanan) dan jajaran bersama para Kadis Pertanian maupun perwakilan.
Mayjen TNI Madsuni (kelima kanan) dan jajaran bersama para Kadis Pertanian maupun perwakilan.

Di sisi lain, banyak sawah yang sekarang sudah berubah fungsi menjadi pemukiman karena kebutuhan keluarga.

Untuk mengganti lahan sawah yang hilang dan menambah volume lahan produktif pertanian, diharapkan dapat mengimbangi kebutuhan pangan nasional.

“Itulah yang menjadi perhatian kita semua untuk menyiapkan dan menerapkan strategi serta teknis. Juga mekanisme pencetakan sawah efektif dan efisien agar dapat memenuhi target yang telah ditetapkan,” sebutnya.

Total 1.200 hektar menjadi target di wilayah kerja Kodam XIII/ Merdeka. Terbagi 500 hektar di Korem 131/Santiago, dan 700 hektar di Korem 132/Tadulako.

Poin-poin perjanjian kerjasama cetak sawah TA 2018 ini turut diuraikan Pangdam XIII/Merdeka.

Pertama, pengawasan oleh personel TNI sebagai tim pelaksana terhadap operator alat berat, harus dilakukan setiap hari.

Kedua, tim pelaksana harus segera melakukan tindakan penggantian, baik alat berat maupun operator, apabila kualitas pekerjaan tidak optimal.

Ketiga, tim pengawas dan PPHP wajib melakukan evaluasi dan memberikan saran teknis kepada tim pelaksana. Baik itu dalam hal kualitas hasil pekerjaan sesuai petunjuk teknis.

Keempat, lahan yang dikerjakan harus pada lokasi yang telah disurvei. Namun apabila tidak memungkinkan, dapat dicarikan lokasi lain dengan catatan dikoordinasikan lebih dulu dengan Distan Kabupaten bersama tim survei.

Kelima, tim Survei SID (Survey Identification Design) harus memberikan penjelasan rinci kepada tim pelaksana cetak sawah terkait letak dan arah jaringan irigasi yang sesuai letak sumber air.

Keenam, sawah yang sudah selesai dicetak harus segera ditanami oleh petani dengan komoditas utama tanaman padi.

Ketujuh, dalam pengerjaan kegiatan cetak sawah baru TA 2018 agar menepati target waktu pengerjaan.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here