Kapolres Minsel Dan Jutaan Warga Minsel, Terangi Lilin Di Lokasi I AM AMURANG

0
132
Bupati Minsel Tetty Paruntu dan Kapolres Minsel AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, dalam acara doa bersama dan pemasangan sejuta lilin untuk koeban bom di Surabaya.

MINSEL – Polres Minahasa Selatan bersama Pemerintah Daerah menyelenggarakan acara doa bersama dan pemasangan sejuta lilin untuk korban aksi terorisme. Hajatan akbar ini dilaksanakan serentak pada Senin(14/5/2018) malam di pusatkan di monumen I’M AMURANG, Kawasan Pantai Boulevard Amurang.

Acara diawali dengan pembacaan doa secara bergantian oleh masing-masing perwakilan tokoh agama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kapolres Minsel AKBP FX. Winardi Prabowo, SIK, dan Bupati Minsel Christiany Euginia Paruntu, SE.

“6 (enam) anggota Polri, gugur, menjadi korban aksi kebiadaban terorisme di Mako Brimob. Sejumlah tempat ibadah di Surabaya juga dibom oleh para teroris. Kita jangan tinggal diam, kita harus bersatu padu, rapatkan barisan dalam ikatan persatuan kebangsaan untuk menangkal dan memerangi aksi teroris, kita tidak takut!!!,” seru Kapolres.

Sementara itu, Bupati Minsel Christiany Euginia Paruntu, SE, menyatakan rasa belasungkawa atas gugurnya 6 (enam) anggota Polri sebagai pahlawan pembela Pancasila.

“Kami menyatakan berbelasungkawa atas gugurnya 6 (enam) prajurit Bhayangkara yang menjadi korban aksi biadab teroris di Mako Brimob,” ucap Bupati.

Usai sambutan dilanjutkan pembacaan deklarasi ‘anti terorisme’ oleh seluruh tokoh agama dan pimpinan Forkopimda Minahasa Selatan serta LSM dan Ormas yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan lilin oleh jutaan warga Minsel yang memadati Monumen I’M Amurang.

Pemasangan sejuta lilin diiringi yang lagu ‘Indonesia, merah darahku, putih tulangku’ ini berlangsung dalam suasana keharuan. Warga bersama segenap unsur pemerintah, TNI dan Polri, bersatu menyatakan perang terhadap teroris.

Acara doa bersama dan pemasangan lilin ini diakhiri dengan penandatanganan ‘baliho turut berdukacita untuk korban terorisme’ oleh seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan warga Minahasa Selatan.

( Andy Runtunuwu )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here