Inilah Daftar Infrastruktur Dana Pinjaman Daerah Rp 170 Miliar

0
550
Ketua LSM Lapek Haji Asiz Janis

TAHUNA– Terobosan pemerintahan Jabes E Gaghana SE ME dan Helmud Hontong SE (Gahagho) dalam membangun Sangihe ke arah yang lebih baik dan sejahtera terus dilakukan. Salah satu upaya nyata yang diperlihatkan ditengah-tengah berbagai rintangan adalah pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah dengan alokasi dana pinjaman senilai Rp 170 Miliar.

Dari data yang berhasil dirangkum SulutAktual.com di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyebutkan sedikitnya ada sekira Rp 124.853.000.00 untuk infrastruktur dan biaya administrasi senilai Rp 759.277.500.00.

“Ini data sejumlah infrastruktur yang bakal d bangun dan dituntaskan tahun anggaran 2018 bersumber dari dana pinjaman daerah,” jelas Kepala Dinas PUPR Sangihe Gregorius Londo

Sementara itu Ketua LSM Lapek Haji Asiz Janis dihubungi terpisah menyatakan menggagalkan dana pinjaman daerah ini sama artinya tidak mau Sangihe maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sangat jelas dana pinjaman ini peruntukkannya. Infrastruktur tersedia maka jaminan peningkatan kesejahteraan masyarakat akan mengalami kenaikan,” tegas Janis.

Janis menambahkan, melalui dana pinjaman daerah ini justru ada saudara-saudara kita yang belum merasakan nyamannya naik mobil maupun motor akibat puluhan tahun bahkan ratusan tidak tersentuh oleh infrastruktur jalan dan jembatan pasti sudah akan menikmatinya di penghujung tahun anggaran 2018 ini.

data

Matriks Program dan Kegiatan Dana Pinjaman Daerah.
Matriks Program dan Kegiatan Dana Pinjaman Daerah.

“Sampai sekarang masyarakat Kampung Lehupu, Sampakang, Dalokaweng, Mawira belum menikmati infrastruktur jalan dan jembatan. Dan imbasnya mereka sampai sekarang ini merasa terabaikan. Lantas ada yang berupaya mau membatalkan tujuannya untuk apa?. Membiarkan saudara-saudara kita tetap terisolasi? Dimana jaminan kesejahteraan kepada mereka. Apakah saudara-saudara wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD ingin rakyat yang diwakilinya justru tetap menderita di wilayah terpencil tanpa akses jalan,” tegas Janis dengan rada tanya.

Lebih lanjut Janis menyatakan bahwa pinjaman daerah sudah jelas untuk siapa. “Kita harusnya bersyukur atas upaya pemerintah Gahagho yang benar-benar membuktikan komitmennya ingin memajukan Sangihe di semua bidang,” imbuhnya sambil mengajak semua elemen masyarakat stop polemikkan dana pinjaman daerah karena jelas peruntukkannya dan sudah sesuai aturan yang ada.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here