Warga Bolsel Ikut Pemeriksaan IVA Gratis

0
52
Bus pelayanan milik BKKBN Sulut di lokasi penutupan TMMD ke-101 di Bolsel.

BOLSEL-Warga Kecamatan Tomini, Bolmong Selatan (Bolsel) menikmati pemeriksaan gratis Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) oleh Tim Pelayanan KB Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara, Kamis (3/5/2018).

Layanan tersebut adalah kerja sama antara BKKBN Sulut dengan TNI AD saat penutupan TMMD ke-101 Kodim 1303/Bolmong di Desa Pakuku Jaya.

Sebanyak 15 orang melakukan pemeriksaan IVA di Mobil Pelayanan (Mobyan) yang disediakan instansi pimpinan Dra Theodora Pandjaitan MSc tersebut.

IVA adalah pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan cara melihat langsung leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3-5%.

Pendataan warga usai pemeriksaan di bus pelayanan.
Pendataan warga usai pemeriksaan di bus pelayanan.

Dengan cara ini, dapat mendeteksi kanker rahim sedini mungkin.

Menurut Pandjaitan, dalam program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), kesehatan reproduksi merupakan kegiatan peningkatan kualitas kesehatan secara utuh.

Di dalamnya menyangkut pencegahan Kanker Alat Reproduksi (KAR).

“Kanker merupakan masalah kesehatan utama yang mempunyai dampak luas bagi penderita maupun kepada keluarganya. Insiden kanker meningkat, baik di dunia maupun di Indonesia. Menurut WHO 490.000 perempuan di dunia setiap tahun didiagnosa terkena kanker serviks. Dan 80%-nya berada di negara berkembang termasuk Indonesia,” ungkapnya.

Sekarang ini tiap satu jam perempuan meninggal disebabkan penyakit kanker serviks. Melihat tingginya insiden kanker terutama kanker serviks, diperlukan upaya untuk menurunkan angka kejadian tersebut.

Sejumlah warga mendapat informasi terkait pemeriksaan IVA.
Sejumlah warga mendapat informasi terkait pemeriksaan IVA.

Salah satunya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker serviks dengan melakukan kampanye atau promosi, sebagai bagian dari pencegahan primer yang paling bermanfaat.

Kegiatan seperti penyuluhan kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, menghindari faktor risiko terkena kanker, melakukan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA maupun papsmear, serta melakukan imunisasi vaksin HPV, dianggap dapat menurunkan angka kejadian kanker serviks.

Untuk mencegah itu, Pandjaitan mengimbau para remaja agar tak menikah di usia dini, serta tak berhubungan di luar nikah. “Usia ideal melangsungkan pernikahan adalah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. Selain itu, saat wanita hamil, harus dapat mencegah stunting, (gizi buruk) pada bayi yang dikandungnya agar tak kekurangan asupan gizi. Begitu juga dengan ibunya,” pungkas Pandjaitan.

(Harry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here