Usut Tuntas Oknum Anggota DPRD Sangihe Penganiaya Warga Kawaluso

0
569
Oknum anggota DPRD Sangihe AT (Baju Merah) ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan.

TAHUNA -Penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berinisial AT alias Ansye terhadap warga Kampung Kawaluso terhadap Sinta Kainage (23) akhir pekan lalu terus berbuntut panjang. Pasalnya baru saat ini ada anggota dewan yang justru menganiaya warganya sendiri tanpa ada alasan atau motif yang jelas.

Sementara itu Ketua LSM Lapek H Asiz Janis angkat bicara meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota DPRD Sangihe terhadap warga.

“Kasus penganiayaan ini dilakukan oleh publik figur dan yang bersangkutan adalah wakil rakyat di lembaga DPRD. Tidak ada yang kebal hukum di negeri ini. Apapun latar belakang dari kasus penganiayaan ini, aparat kepolisian yang menangani kasus ini harus mengusut tuntas,” jelas Janis.

Sementara itu Kapolres Sangihe AKPB Sudung Ferdinand Simanjuntak SIK melalui Kasat Serse Polres Sangihe Iptu Denny Tampenawas S.Sos ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan membenarkan adanya laporan penganiayaan ini.

“Saat ini korban telah dimintai keterangan untuk pengumpulan bukti,” ujar Tampenawas.

Disinggung terkait dengan tersangka penganiayaan adalah oknum anggota DPRD Sangihe sekaligus istri dari seorang perwira menengah polisi, Tampenawas menyatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan kasus penganiayaan dimaksud.

“Kami masih melakukan proses pendalaman penyelidikan, kalau benar tersangka adalah aknum anggota DPRD Sangihe maka kami akan mengikuti mekanisme. Sebab untuk melakukan pemanggilan terhadap anggota DPRD ada mekanisme dan aturan yang harus kami taati sesuai aturan yang berlaku. Tapi intinya kasus ini akan kami tuntaskan,” imbuh Tampenawas.

Terpisah, oknum anggot DPRD Sangihe AT alias Ansye ketika ditemui sejumlah awak media membantah tudingan penganiayaan. Menurutnya bahwa korban yang menganiayanya.

“Saya justru membatah tuding tersebut sebab korban yang menganiaya saya,” jelas AT sambil menunjukkan luka memar di pinggul sebelah kiri.

Seperti diketahui pada Minggu (15/4/2018) sekira pukul 19.00 wita, AT mendatangi rumah korban di seputaran jembatan Tidore-Towoe, mendobrak pintu belakang rumah korban dan menarik paksa korbn dari kamar mandi sehingga tangan korban sebelah kanan mengalami luka lecet. Tidak sampai disitu tersangka juga merampas milik korban hingga menuding korban mencuri helm miliknya.

(sam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here