Denwa LMI Resmi di Lantik. Ngantung: Terima kasih Tonaas Wangko Hanny Pantow

0
578
Kadenwa LMI Tonaas Tevri Ngantung

MANADO – Laskar Manguni Indonesia (LMI) pada Sabtu (7/4/2018) siang di Graha Gubernuran Bumi Beringin (Bumber) Manado, Sulawesi Utara, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang pertama.

Rakernas pertama LMI seluruh Indonesia dan Amerika sekaligus pelantikan pengurus Detasemen Wirabudaya Laskar Manguni Indonesia ( DENWA LMI ) berlangsung aman suasana kebersamaan antar umat di Sulawesi Utara ( SULUT ).

Denwa LMI resmi di lantik, Tonaas Tevri Ngantung ( Kadenwasat LMI )  mengucapkan banyak terima kasih kepada Tonaas Wangko Hanny Pantow yang sudah melantik dan mempercayakan Denwa LMI menjadi Ormas Sayap ( Orsap ) untuk membantu dalam visi misi, dalam bingkai keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) dan nilai cagar budaya,tradisi seni adat, tradisi kearifan lokal serta wisata budayanya.

Foto bersama saat pelantikan dan Rakornas LMI.
Foto bersama saat pelantikan dan Rakornas LMI.

Dalam kepengurusan jabatan Denwa LMI yang di lantik adalah Tonaas Tevri Ngantung ( Kadenwasat lmi) Fernando Daloma ( Dewan Pamong Budaya ). Edwin Lumi ( Sekretaris Denwa). Yance Sumerah ( Bendahara ). Evie woy ( bid.perlindungan perempuan dan anak) Hery sundah ( bid.kepariwisataan),Frangky Ngantung ( detasemen teritorial ) dan keanggotaan yang hadir.

Ketua Umum LMI Tonaas Wangko Pdt Hanny Pantouw STh mengatakan bahwa LMI itu nasional. LMI tidak melihat dari agama suku budaya mana. Karena NKRI itu semua agama, semua suku. “Kami komitmen. Kami Pancasila Kami Indonesia,” ujar dia.

Lanjutnya, pada rakernas itu, LMI akan menyempurnakan apa yang kurang, lalu dibahas program jangka pendek dan panjang.

“Siapapun organisasi itu apalagi sekarang kita menghadapi tahun politik, tahun demokrasi. Tentu ormas ini yang mendukung NKRI, mendukung pemerintah yang sah tentu ada langkah antisipasi dari kita berpartisipasi untuk menjaga agar Pilkada berjalan lancar,” ungkapnya .

Hadir ribuan anggota LMI dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri. Mereka memadati Graha Gubernuran. Tarian Maengket, dan Kabasaran, juga Barongsai menghibur para peserta Rakernas.

Di tempat yang sama Tonaas Nusantara Farry Malonda sebagai koordinator pengurus LMI lintas daerah mengatakan bahwa LMI lahir karena tuntutan zaman. Karena banyaknya paham radikalisme dan aliran terorisme yang bermunculan saat ini.

“LMI sudah ada di 78 kabupaten dan 18 provinsi di Indonesia. Di Amerika sudah ada 27 negara bagian, di Eropa yakni Belanda ada tiga kota besar. Ada juga tou kawanua di Jepang, Korea Selatan juga ingin dikukuhkan sebagai pengurus. Semua koordinasi berjalan lancar,” ujar Tonaas Nusantara.

Tonaas Nusantara menambahkan, masyarakat mendukung keberadaan LMI. “LMI hadir di Indonesia, bukan karena ada kepentingan apa-apa. Tetapi panggilan sejarah. Panggilan bangsa. LMI ada di depan untuk membendung intoleran, radikalisme, bahkan terorisme. Ini janji kami,” ujar dia.

Rakernas LMI  yang pertama ini dihadiri  Assisten 1 Edison Humiang, Karo Rena Polda Sulut Kombes Pol Sambodo Purnomo, perwakilan dari Kodam XIII Merdeka Kolonel Inf Jimry Marunduh dan forkopimda lainnya juga tampak datang mengikuti pembukaan rakernas.

Kegiatan Rakernas LMI selesai Pembukaan,Pelantikan dan dilanjutkan musyawara bersama berkaitan dengan ad / art,rencana kerja tindak lanjut ,dengan yang sudah di programkan sesuai tema Rakerna yaitu “ Merajut Nilai – Nilai Kebangsaan “.

( Tim/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here