Nathaniel Shawn Edgar Sondakh Drummer Cilik Penuh Talenta

0
114
Drummer cilik Nathaniel Shawn Edgar Sondakh saat tampil dalam konser suara perbatasan Sangihe adalah NKRI yang mampu pukau ratusan pasang mata di Pelabuahn Tua Tahuna.

TAHUNA -Perhelatan konser suara perbatasan untuk NKRI yang baru saja digelar di kawasan Pelabuhan Tua (Peltu) Tahuna masih menyisakan cerita hangat ditengah kalangan masyarakat Sangihe. Ditengah komitmen bersama Sangihe adalah NKRI, dalam kemasan konser musik tersebut ada penampilan drummer cilik Nathaniel Shawn Edgar Sondakh yang mampu memukau ratusan pasang mata ketika membanjiri perhelatan konser tersebut.

Pelajar kelas V Sekolah Dasar Lentera Harapan Tahuna ini tampil begitu apik kurang lebih 20 menit secara medley menabuh drummer, ketika Ronald Sashara Parera membawakan tiga buah lagu. Spontan drummer cilik ini mendapatkan tepuk tangan yang meriah apalagi Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE bersama Kapolres Sangihe AKBP I Dewa Made Andyana SIK serta Dandim/1301 Sangihe Letkol Inf Saiful Parenrengi Mpsi berdecak kagum akan talenta kepiawaian Edgar sapaan akrab sang drummer cilik.

Ayah tercinta Edgar yang turut hadir dalam penampilan perdana sang drummer cilik di konser ini, Ferdy Sondakh menyatakan bahwa bakat yang ada pada anaknya tersebut merupakan talenta yang diberikan Tuhan.

“Umur sekitar 2 tahun mulai nampak. Dimana Edgar imut ketika mendengarkan musik tangannya tidak berhenti mengetuk apapun yang dipegangnya. Dan hal yang sama terus dilakukannya saat ada suara music,” jelas Sondakh.

Sondak yang notabene adalah anggota DPRD Sangihe ini melanjutkan pada umur 2 tahun 6 buah dirinya akhirnya membelikan Edgar sebuah drum elektronik.

“Saat itu Edgar sangat senang sekali bahkan saat drum sekitar satu minggu di rumah, Edgar tidak mau bermain lagi selain menabuh drum meski tanpa irama namun ia sangat senang sekali,” jelasnya kembali.

Tahap demi tahap lanjut personel Komisi C DPRD Sangihe ia mulai menemukan irama ketika memainkan drum sambil mendengarkan lagu. “Dari situ akhirnya saya mencarikan guru privat untuk mengasah talenta anak sayang dan dalam sepekan tanpa menganggu jam sekolah Edgar mengikuti kursus drum kurang lebih 12 jam dalam seminggu. Sehingga bakatnya terus diasah hingga memiliki kemampuan seperti ini,” imbuh Sondakh yang bakal menyiapkan fasilitas lebih mumpuni untuk penyaluran hobby sang putra yang kian mencintai drum tersebut.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here