DPRD kota Manado Janji sampaikan Aspirasi PMII terkait Penolakan MD3

0
346
Peserta Aksi PMII kota Manado saat menyampaikan aspirasi di ruang sidang DPRD kota Manado.

MANADO – Kamis (1/3/2018) siang hingga sore hari di Kantor DPRD Kota Manado sekira 20 orang mahasiswa Unsrat yang tergabung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Manado dengan Korlap Faujan Konoras melaksanakan aksi unjuk rasa terkait penolakan pengesahan UU MD3 dan kenaikan harga BBM jenis Pertamax.

Mahasiswa Unsrat Manado yang tergabung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Manado menggelar unjuk rasa terkait penolakan UU MD3 dan kenaikan harga BBM jenis Pertamax di Kantor DPRD Kota Manado dengan melakukan long march dari Mantos 3 menuju kantor DPRD Kota Manado dengan berorasi dan membentangkan spanduk

“Kami PMII Cabang Manado menyatakan sikap menolak keras revisi UU MD3. Akhir-akhir ini kami menilai DPRD sibuk mengurusi politik sendiri dan tidak mendengarkan aspirasi rakyat seperti proses kenaikan BBM, TDL dan pengurangan subsidi. DPRD tidak boleh tutup mata dan harus betul-betul mendengarkan aspirasi rakyat. Apabila UU MD3 dibiarkan selama 30 hari maka akan sah secara sendirinya, maka kami mendesak Presiden RI untuk mencabut revisi UU MD3 dan meminta tindakan anggota DPRD Kota Manado,” ungkap Fauzan.

Stenly Tamo selaku anggota Komisi C DPRD kota Manado menerima massa aksi dan berjanji akan menyampaikan aspirasi yang diterima kepada pimpinan dewan.

“Kami akan menyampaikan dan membawa aspirasi ini ke pimpinan dewan dan pimpinan dewan menyampaikan ke pimpinan pusat bahwa ada keinginan dari mahasiswa/PMII untuk tidak menyetujui UU MD3,” tutup Stenly.

Aksi ini diakhiri dengan Stenly Tamo secara simbolis menerima pernyataan sikap dari peserta aksi yakni menerima 1 poster yang bertuliskan “Cabut UU MD3”.

(Ferdian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here