Batik OD-SK, Kian Miskinkan Siswa Tak Mampu

0
238
Ketua LSM Lapek H Asiz Janis

TAHUNA- Program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK) yang merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Olly Dondokambey SE dan Steven Kandouw di Provinsi Sulawesi Utara nyatanya berbanding terbalik dalam realita yang ada. Program OD-SK bertujuan tuntaskan kemiskinan di Sulut bukan menjadi slogan untuk kepentingan tertentu dan imbasnya adalah program dimaksud justru kian mensusahkan masyarakat ekonomi lemah.

Buktinya pengadaan batik dan baju olah raga yang berlogo OD-SK untuk SMA/SMK menjadi perbincangan hangat kalangan siswa maupun orang tua/wali siswa yang dinilai sangat memberatkan.

“Kami semua sekolah tingkatan SMA/SMK wajib mengambil batik dan baju olah raga berlogo OD-SK dan itu tidak gratis. Kalau sekolah dibebani lagi biaya membeli batik dan baju olah raga tersebut, maka secara otomatis pembebanan biayanya diberikan kepada siswa. Sebab sekolah tidak memiliki anggaran untuk pembelian batik dan olah raga,” jelas salah satu guru SMK yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sementara itu sejumlah orang tua siswa ketika dihubungi SulutAktual.com menyatakan sangat terbebani dengan adanya pengadaan batik dan baju olah raga yang berlogo OD-SK.

“Untuk biaya menyekolahkan anak saja kami merasa sangat kesulitan. Apalagi harus dibebani biaya lagi pembayaran seragam batik baru dan olah raga yang dipatok sampai Rp 175 ribu. Darimana kami harus mendapatkan biaya tersebut ditengah himpitan perekonomian yang makin sulit guna pemenuhan hidup,” jelas salah satu orang tua siswa.

Menyikapi hal ini Ketua LSM Lapek H Asiz Janis angkat bicara bahwa kembalikan pada tujuannya program OD -SK, sebab kalau seperti ini pelaksanaannya maka pemerintahan OD-SK sama artinya memiskinkan masyarakat Sulut.

“Jangan hanya menang pada slogan mengetaskan kemiskinan namun pada realita yang ada justru kian memiskinkan masyarakat. Buktikan program OD-SK tersebut bentuk dan upaya pengentasan kemiskinan bukan menjadi tujuan sekelompok orang atau hanya sebagai slogan semata,’ sembur Janis yang sangat prihatin dengan terobosan yang justru memberatkan masyarakat miskin.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here