Pegawai Diduga ‘Bisniskan’ Warga Binaan. Janis: Copot Karutan Enemawira

0
525
Ketua LSM Lapek Hj Asiz Janis

TAHUNA– Pasca dikeluarkannya salah satu tahanan kasus korupsi berinisial DPM alias Oi dari Rumah Tahanan (Rutan) Kampung Enemawira Kecamatan Tabukan Utara, nampaknya menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat Sangihe. Apalagi ada pengakuan dari sejumlah mantan Narapidana bahwa soal masuk keluarnya tahanan dari Rutan hal biasa bila ada uang pemulus atau setoran tunai kepada penjaga Rutan maupun pimpinan.

“Praktek mengeluarkan warga binaan tanpa izin begitu bukan hal baru dan bukan rahasia dikalangan warga binaan asalkan kami menyetor sejumlah uang. Minimal Rp 250.000 untuk sekali keluar,” ungkap salah satu mantan Narapidana ketika bersua dengan sejumlah wartawan.

Kepala Rutan Enemawira Astar Ladjolo ketika dihubungi membenarkan perbuatan pegawainya yang sering mengeluarkan warga binaan tanpa izin dan meminta sejumlah uang.

“Jadi benar ada pegawai saya yang bertindak diluar kontrol kami dan sekarang yang bersangkutan telah kami BAP dan akan diproses sesuai dengan aturan yang ada sehingga dapat dipastikan akan ada sanksi tegas karena yang bersangkutan telah melakukan hal yang sama dan ini perintah langsung dari Kakanwil Kemenkuham di Manado,” ujar Ladjolo.

Ketua LSM Lapek Azis Janis dengan tegas meminta Karutan harus bertanggung jawab dengan kejadian memalukan seperti ini karena hal ini sudah sering terjadi.

“Sebaiknya Karutan dicopot saja biar bagaimana pun beliau (Karutan red) harus bertanggung jawab apa yang dilakukan bawahannya, dan ini menunjukkan ketidakmampuannya dalam memimpin.

Lanjut dikatakannya, jangan terkesan Karutan cuci tangan dengan apa yang terjadi dan melemparkan semua kesalahan kepada bawahannya. “Sehingga kami meminta Kakanwil meninjau lagi jabatan Karutan,” tegas Janis.

Menurutnya, kejadian ini bukan baru satu dua kali terjadi tetapi sering warga tahanan jadi objek kerakusan dari oknum memanfaatkan jabatan untuk mencari keuntungan pribadi.

“Ini akan menjadi kebiasaan bila tidak ditindaki dan itu harus dimulai dari pimpinanya sehingga hal seperti ini tidak terus menerus menjadi lahan memperkaya diri bagi orang-orang tersebut,” imbuhnya.

(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here