Lahan Pekuburan Dilewati Proyek Tol, 601 Makam Desa Kawangkoan Direlokasi

0
41
Pemindahan lahan kubur karena terkena proyek jalan tol Manado-Bitung.

MINUT– Proyek jalan Tol-Bitung yang membentang sepanjang 39,9 Km yang melewati sebanyak 601 makam di Desa Kawangkoan Kecamatan Kalawat mulai dipindahkan ke lokasi baru, Kamis (01/01/2018) lalu.

Ibadah singkat yang dipimpin Pdt. Feibe Waworuntu Repi yang diikuti para ahli waris yang makam keluarganya terkena pembebasan proyek tol Pemindahan mengawali acara pemindahan makam ini.

Camat Kalawat Herman Mengko SIP MSi dalam sambutannya mengatakan pembangunan jalan tol dan Waduk Kuwil merupakan program stretegis nasional (PSN) dari pemerintahan Presiden Jokowi. Sehingga pemerintah dan masyarakat Minut terlebih yang berada di kecamatan Kalawat bersyukur karena menjadi lokasi dua PSN.

“Mewakili pemerintah, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ahli waris yang merelakan makam keluarga dipindahkan oleh pemerintah demi mendukung pembangunan jalan tol yang merupakan program strategis nasional,” ujar Mengko.

Tak lupa juga dirinya berpesan agar panitia relokasi makam melakukan tugasnya dengan tanggungjawab penuh agar pemindahan dapat berjalan baik.

Sementara itu, hukum tua Desa Kawangkoan Paulus Kodong menjelaskan relokasi ke-601 makam direncanakan paling lama berlangsung 14 hari. Dengan perhitungan setiap hari, sebanyak 40 makam digali dan kerangka di dalamnya dipindahkan ke lokasi pemakaman baru yang berjarak sekira 750 meter.

“Untuk bentuk kubur di lokasi baru akan seragam dan sudah diatur di peraturan desa,” tutur kumtua.

Disinggung soal pemberian ganti rugi makam, Kodong mengakui pada awalnya sempat terkendala masalah. Namun saat ini ahli waris yang sudah mendapat ganti rugi mencapai lebih dari 99 persen.

“Dari dana Rp 700-an juta, tersisa dana tujuh jutaan yang belum disalurkan,” tuturnya didampingi ketua panitia relokasi Bhayangkara Matori.

Untuk mempercepat proses, digunakan satu unit alat berat ekskavator untuk membongkar bangunan kubur dan menggali tanah bagian atas makam. Selanjutnya tim penggali dengan cara manual menggali kerangka dan memasukkannya ke peti kayu kecil. Selanjutnya peti dibawa ke lokasi makam baru untuk dikuburkan kembali.

Dalam penggalian yang pertama kemarin, kerangka yang dipindahkan pertama kali adalah kerangka almarhum Daut Wariki.

Prosesi penggalian ini turut mendapat penjagaan dari aparat Polsek Airmadidi yang dipimpin Wakapolsek Iptu S Simbolon. Juga pengawasan dari tim kesehatan RS Kandouw dan RS Ratumbuysang yang standby dengan membawa cairan desinfektan untuk disemprotkan ke jasad setelah digali.

(redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here