Membanggakan, Kota Tomohon Terbaik Nasional Penanganan Masalah Gizi Balita

0
417
Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (kanan) dan Kadis Kesehatan Tomohon dr Isye Liuw MBiomed.

TOMOHON-Prestasi di bidang kesehatan diukir Pemerintah Kota Tomohon. Hasil Pemantuan Status Gizi (PSG) 2017, Kota Tomohon masih yang terbaik untuk penanganan masalah gizi Balita dari 514 kabupaten/kota di 34 provinsi se-Indonesia.

Dalam Buku Saku PSG 2017 yang diunduh dari website Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat (Ditjen Kesmas) Kementerian Kesehatan RI, kategori terbaik tersebut mampu dipertahankan Kota Tomohon sejak tahun 2015.

Wakil Wali Kota (Wawali) Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS) pun mengungkapkan rasa syukur atas hasil tersebut. Apalagi sejak 2015-2017, Kota Tomohon masuk ‘Kategori Baik’ tingkat nasional dari Kemenkes RI untuk penanganan gizi Balita.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah menjadikan Kota Tomohon sebagai salah satu daerah PSG 2017. Hasil yang diperoleh ini kiranya boleh menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lain di seluruh Indonesia,” tandas SAS, usai pelantikan DPD PPNI Kota Tomohon, Selasa (30/1/2018) lalu.

Ke depan, lanjutnya, warga Kota Tomohon dapat mempertahankan bahkan meningkatkan hasil yang diperoleh.

“Khusus bagi orang tua, diharapkan memperhatikan asupan gizi terbaik dan sehat bagi anak. Terutama terhadap Balita yang butuh gizi baik dalam masa pertumbuhan otak,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon dr Isye Liuw MBiomed menerangkan, hasil penilaian ini menunjukkan jika semua lini kesehatan di kota ini bekerja maksimal.

Capture halaman 54 dari Buku Saku Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017. (Sumber: Ditjen Kesmas Kemenkes RI).
Capture halaman 54 dari Buku Saku Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017. (Sumber: Ditjen Kesmas Kemenkes RI).

“Di Puskesmas, kami mempunyai tenaga gizi yang sering memantau, mengevaluasi, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar anaknya tetap sehat,” terang Liuw, sembari mengungkapkan, gold period bagi Balita menjadi perhatian serius demi mewujudkan generasi berkualitas.

Dirjen Kesmas Kemenkes RI dr Anung Sugihantono MKes dalam rilis resminya mengatakan, PSG 2017 memberikan informasi tentang status gizi secara berkesinambungan. Diharapkan dapat dipergunakan dalam penentuan arah kebijakan perbaikan gizi masyarakat agar lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

PSG 2017 ini pun memberikan kontribusi terhadap tercapainya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Di dalamnya, untuk memperbaiki perencanaan perbaikan status gizi masyarakat dan percepatan pembangunan Nasional di bidang kesehatan.

Sementara itu, Direktur Gizi Masyarakat Ir Doddy Izwardy MA menambahkan, PSG adalah kegiatan pemantauan perkembangan status gizi balita. Dilaksanakan setiap tahun secara berkesinambungan untuk memberikan gambaran tentang kondisi status gizi balita.

PSG juga bertujuan mengawal upaya perbaikan gizi masyarakat agar lebih efektif dan efisien. Melalui monitoring perubahan status gizi maupun kinerja program dari waktu ke waktu. “Sehingga kita dapat dengan tepat menetapkan upaya tindakan, perubahan formulasi kebijakan, dan perencanaan program,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here