Penanganan Kanker Komprehensif Bagi Warga Sulut dan Sekitarnya

0
362
Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Prof Dr R.D Kandou Drdr Jimmy Panelewen SpB-KBD (ketiga kiri) menjadi panelis diskusi bersama empat pembicara dan dimoderatori dr Enrico Napitupulu SpOnk.Rad (paling kiri).

MANADO- Simposium dan workshop Manado Cancer Update 2018 bertajuk “Menuju Layanan Kanker Terpadu Yang Holistik”, terlaksana sukses Sabtu (27/1/2018), di Swissbel Hotel Maleosan Manado.

Direktur Utama RSUP Prof Dr R.D Kandou diwakili Direktur SDM dan Pendidikan Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD mengatakan, pihaknya mengapresiasi para sejawat dan panitia atas terselenggaranya simposium dan workshop ini. Menurut Panelewen, ini adalah langkah maju dalam upaya memperkuat layanan-layanan unggulan di RSUP Prof Dr R.D Kandou.

“Ada enam layanan unggulan. Dan salah satunya yaitu pelayanan penanganan kanker,” sebut Panelewen.

Dalam simposium ini, lanjutnya, ada metode-metode dan sistem baru yang bisa dianut. Kemudian bisa diatur dan perbaiki pada layanan klinis. Ini pun berdampak baik pada pelayanan kasus-kasus kanker di Sulut dan sekitarnya.

Para undangan dan peserta simposium.
Para undangan dan peserta simposium.

Di sisi lain, diakui Panelewen, pelayanan kanker terpadu yang sudah jalan di RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado akan lebih baik pengelolaannya.

“Kami upayakan ke depan, adanya gedung cancer center di wilayah RS sehingga pelayanan dapat berlangsung secara komprehensif,” tandasnya.

Kegiatan simposium dan workshop tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulut diwakili Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Steaven Dandel MPH.

Menghadirkan para pembicara yaitu Direktur SDM dan Pendidikan RSUP Prof Dr R.D Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD, Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sulut dr Harlinda Haroen SpPD-KHOM FINASIM, Ketua Komite Penanggulangan Kanker Nasional Prof Dr dr Soehartati Gondhowiardjo SpRad(K)OnkRad, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Manado dr Greisthy Borotoding, Dr dr Sonar Soni Panigoro SpB(K)Onk M.Epid MARS, dr Elisna Syahruddin PhD SpP(K) dari RS Persahabatan Jakarta, dr Didik Steyo Heriyanto SpPA PhD, dan Prof Dr dr Max J Mantik SpA(K).

Ada juga Prof Dr dr Andijiono SpOG(K), Dr dr Tubagus Djumhana Atmakusuma SpPD-KHOM, Dr dr Fiastuti Witjaksono SpGK(K), Dr dr A Hussein S Kartamihardja SpKN(K) MHKes FANMD, dr Urip Murtedjo SpB(K) KL PGD-Pall.med, dr Darmawan Ismail SpBTKV, dr Ishak Lahunduitan SpB SpBA, dan Wahyudin MKes SpAn-KMN.

Ketua Panitia dr Adrian Tangkilisan SpB SpBTKV menuturkan, pihaknya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terlaksananya simposium dan workshop ini. Apalagi bisa diikuti antusias oleh para peserta yang melampaui sekira 20 persen dari target. Begitu juga pembicara dan seluruh panitia.

Lanjut Tangkilisan, topik kanker sangat menarik perhatian dari segi ilmu kedokteran maupun masyarakat umum. Apalagi begitu banyak kasus-kasus kanker yang kini terangkat ke permukaan dengan hadirnya layanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) oleh BPJS Kesehatan.

“Kasus-kasus kanker tersembunyi yang diderita oleh warga di daerah-daerah tidak terjangkau bisa diketahui, karena masyarakat sudah mau memeriksakan diri. Juga data penderita kanker cukup tinggi, diikuti angka kematian akibat penyakit kanker berada di tiga besar,” ujar Tangkilisan.

Di negara berkembang seperti Indonesia, imbuh Kepala Instalasi Cardio Vascular and Brain Center (CVBC) RSUP Prof Dr R.D Kandou ini, kasus kanker menjadi tantangan besar. Sebab itu, perlu diwujudkan layanan kanker terpadu yang holistik bagi masyarakat Sulawesi Utara dan seluruh warga Indonesia.

Ketua Panitia dr Adrian Tangkilisan SpB SpBTKV menyerahkan sertifikat kepada pembicara di sesi pertama.
Ketua Panitia dr Adrian Tangkilisan SpB SpBTKV menyerahkan sertifikat kepada pembicara di sesi pertama.

Simposium dan workshop ini, kata Tangkilisan, adalah bagian program pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Nawacita. Kita mulai dari perifer Indonesia khususnya di Sulut. Juga mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) oleh Kementerian Kesehatan RI dengan pencegahan kanker lewat pola hidup sehat, makan sehat, dan olahraga teratur. Dan menunjang program Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven Kandouw untuk mewujudkan Sulut Sehat.

“Di kemudian hari, diharapkan pelayanan terhadap masyarakat untuk penanganan kanker di RSUP Prof Kandou, RS jejaring, maupun RS yang merujuk pasien ke RSUP Prof Kandou akan semakin baik,” pungkasnya.

(Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here