Cek Langsung Pemotongan Babi Jelang Natal. Talumewo: RPH Manado Jamin Kualitas Daging

0
528
Kadis PKP Ir Nolfie Talumewo didampingi Kepala RPH Manado Joike Tumbel sedang mengawasi proses pemotongan ternak babi.

MANADO- Menjelang perayaan Natal 2017, permintaan terhadap daging babi di Kota Manado sangat tinggi. Berbeda dengan hari-hari biasanya, permintaan akan daging babi di Hari Besar umat Nasrani ini bisa meningkat hingga sepuluh kali lipat bahkan lebih.

Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Manado melalui Rumah Potong Hewan (RPH) Babi Ternak di Taas tercatat dalam dua hari terakhir ini telah menyembelih sekira 200 ekor ternak babi potong.

Kepala RPH Manado Joike Tumbel saat mengawasi proses pemotongan babi.
Kepala RPH Manado Joike Tumbel saat mengawasi proses pemotongan babi.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas PKP Manado Ir Nolfie Talumewo saat bersua dengan sulutaktual.com di RPH Babi Taas, Minggu (24/12/2017) pagi.

Talumewo yang saat itu didampingi oleh Kepala RPH Manado Joike Tumbel SPt, mengatakan jumlah ternak babi yang disembelih di RPH Taas sangat kecil persentasenya dibandingkan jumlah ternak Babi potong yang kini beredar/dijual di Kota Manado.

“Ini dikarenakan banyak suplier daging babi tak membawa ternak babi untuk dipotong di RPH Babi Taas. Padahal, dengan membawa ternak babi ke RPH, kulitas daging babinya akan terjamin, baik dari sisi kebersihan maupun kesehatannya, karena di RPH akan melalui proses pemeriksaan kesehatan ternak babi sebelum dipotong dan dilempar kepasaran.

Lanjutnya, kedepan dia berharap adanya kesadaran dari supplier daging babi untuk membawa ternak babinya untuk dipotong di RTH, agar kwalitas daging babi yang nantinya ada dipasaran bisa terjamin kualitasnya karena telah melewati proses pemeriksaan terlebih dahulu.

Proses pemotongan ternak babi di RPH Babi Taas.
Proses pemotongan ternak babi di RPH Babi Taas.

Hal senada juga dikatakan Kepala RPH Manado Joike Tumbel SPt. Menurut Tumbel, pentingnya membawa ternak babi untuk dipotong di RPH juga agar terhindar dari dari penyakit Hog Cholera yang menyerang ternak babi beberapa waktu lalu.

” Di RPH, kesehatan ternak babi akan diperiksa sebelum dipotong. Ini sangat penting, karena seperti diketahui bahwa hewan babi bisa menjadi perantara dari virus atau bakteri yang bisa menyebabkan sakit pada manusia,” jelasnya.

Menurut Tumbel, penyakit Hog Cholera (HC) yang mewabah beberapa waktu lalu, telah menyerang ternak babi sehingga menyebabkan kematian mendadak bagi hewan. Dan babi yang terserang HC, dagingnya tak bisa dikonsumsi karena apabila tertular pada manusia akan bisa mengancam nyawa manusia.

Kadis PKP Nolfie Talumewo sedang berbincang dengan salah satu supplier daging babi.
Kadis PKP Nolfie Talumewo sedang berbincang dengan salah satu supplier daging babi.

Diketahui, Hog Cholera (HC) atau Classical swine fever adalah penyakit viral pada babi yang sangat ganas dan sangat menular. Penyakit ini dikenal sebagai penyakit yang paling merugikan pada babi sehingga sangat ditakuti terutama oleh peternak babi.

Hubungannya dengan manusia, penyakit Hog Cholera adalah penyakit yang bersifat Zoonosis (menular dari hewan ke manusia) sehingga perlu mendapat perhatian dan pengawasan yang besar agar penyakit tersebut tidak menular pada manusia, karena dapat mengancam nyawa manusia apabila mengkonsumsi daging ternak yang mengandung virus Hog Cholera tanpa dimasak melebihi suhu 400 derajat Celcius.

(Budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here