Usai Habisi Papret, Kedua Pelaku Serahkan Diri ke Mapolsek Siau Barat

0
8036
Kedua pelaku pembunuhan yang kini ditahan di Mapolsek Siau Barat.

SITARO– Kasus kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban kembali terjadi di Siau Timur, wilayah hukum Polres Sangihe. Andre Makaheming alias Papret (27), warga Kelurahan Tatahadeng Lingkungan I Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, tewas mengenaskan usai ditebas parang oleh MS (31) dan RL (18), keduanya warga Kecamatan Siau Timur Selatan, Senin (20/11/2017), sekira pukul 20.00 WITA.

Kronologis kejadiannya berawal dari kedua pelaku bersama beberapa temannya sedang nongkrong di depan rumah Edmon Kanine, Lindongan II Kampung Pangirolong, Kecamatan Siau Timur Selatan sekira pukul 19.30 WITA. Tak disangka sangka Andre (korban) bersama lima temannya mendatangi kedua pelaku dengan berboncengan sepeda motor (salah satunya diketahui biasa dipanggil Kentung).

Setelah turun dari sepeda motor, Kentung mengatakan kepada korban, “sana itu” (sambil menunjuk ke arah salah seorang teman pelaku, yakni Retna Manik alias Ucok. Usai mendapat kode dari Kentung, korban mencabut sebilah pisau badik yang diselipkan di pinggang lalu mengarahkannya ke Ucok namun meleset.

Korban Andre alias Papret saat dievakuasi ke Puskesmas Ulu Siau.
Korban Andre alias Papret saat dievakuasi ke Puskesmas Ulu Siau.

Sabetan pisau korban tak mengenai sasaran, korban kembali mengarahkan pisaunya secara membabi buta ke kerumunan anak muda tersebut. Saat itu, ada saksi yang melihat seorang teman korban juga membawa sebilah parang.

Melihat hal tersebut, pelaku berlari ke dapur Edmon Kanine dan mengambil dua bilah parang lalu mengejar korban yang kabur bersama teman-temannya menggunakan sepeda motor menuju Kampung Sawang. Kedua pelaku lalu kembali ke rumah Edmon Kanine dan mengembalikan dua bilah parang tersebut.

Keributan ini ternyata berbuntut panjang, setelah mengembalikan dua bilah parang ke rumah Edmon Kanine, MS lalu berboncengan sepeda motor bersama RL menuju rumah MS untuk mengambil dua bilah parang dan melanjutkan pengejaran terhadap korban dan teman-temannya ke arah Kampung Ulu, Kecamatan Siau Timur.

Saat melintas di Boulevard Kelurahan Tarorane, kedua pelaku melihat korban sedang duduk diatas motor di dekat sebuah warung gorengan.

Melihat korban yang tak menyadari kehadiran merwka, MS lalu memberikan sebilah parang kepada RL. Saat itu juga MS langsung menebas kepala dan badan korban menggunakan parang sebanyak empat kali.

Mendapat empat kali tebasan kearah kepala dan badan, tak ayal lagi korban pun jatuh tersungkur. Sesaat kemudian, RL juga menebas badan korban sebanyak satu kali. Ketika korban sudah tak berdaya dan bersimbah darah, MS memanggil RL sambil mengatakan, “Sudah jo, so mati dia”.

Usai menghabisi nyawa korban, kedua pelaku menuju Kampung Pangirolong lalu menyerahkan diri kepada pihak Pemerintah Kampung Pangirolong. Selanjutnya, pihak pemerintah setempat menghubungi Polsek Siau Barat untuk mengamankan kedua pelaku tersebut.

Sementara itu korban dievakuasi ke Puskesmas Ulu Siau. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter G. Rompas, korban mengalami luka robek di kepala bagian kiri, atas dan kanan, bahu kanan dan di punggung. Luka dan pendarahan parah mengakibatkan korban tewas seketika dengan kondisi sangat mengenaskan.

Kapolsek Siau Barat, Kompol W. Pandengsolang membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kami telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi,” ujarnya. “Kedua pelaku telah diamankan di Mapolsek Siau Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” tandas Kapolsek.

(Budi/humaspolressangihe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here